Sukses

Bank DKI Tawarkan Aplikasi Transaksi Digital untuk Nasabah Multibank

Liputan6.com, Jakarta - Bank DKI memperkenalkan JakOne Pay, aplikasi digital untuk berbagai transaksi yang bisa digunakan untuk nasabah multibank. Aplikasi ini mendukung transaksi untuk melakukan scan to pay QRIS, serta aktivitas uang elektronik server based lainnya.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan, penggunaan JakOne Pay turut didorong pada malam puncak Jakarta Hajatan, dalam rangka HUT ke-495 DKI Jakarta pada Sabtu (25/6/2022) kemarin.

"Masyarakat yang ingin mempergunakan JakOne Pay tidak perlu menjadi nasabah Bank DKI, cukup download aplikasinya pada Google Play Store bagi smartphone berbasis android dan App Store bagi smartphone berbasis IOS," katanya, Minggu (26/6/2022).

Melalui aplikasi JakOne Mobile, Herry mengutarakan, Bank DKI memfasilitasi pengguna untuk bermacam transaksi, top up uang elektronik, hingga mengamankan dana darurat melalui pembukaan deposito dimana saja dan kapan saja.

Selain JakOne Mobile, Bank DKI juga terus mengembangkan ekosistem non-tunai untuk nasabah melalui berbagai aplikasi yang telah diluncurkan melalui JakOne Community Apps, sebagai upaya peningkatan layanan perbankan digital kepada berbagai komunitas di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Adapun JakOne Community Apps sendiri terdiri dari JakOne Mobile, JakOne Abank, JakOne Erte, JakOne Artri, dan Ancol Apps. Terbaru, Bank DKI juga menghadirkan layanan Mobile Cash Tarik Tunai tanpa kartu dan Cash Recycle Machine (CRM) pada New Flagship Branch di kantor layanan Balaikota DKI Jakarta.

Dari sisi digitalisasi UMKM, Bank DKI juga turut mengajak pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya dengan menjadi agen melalui aplikasi JakOne Abank. JakOne Abank merupakan layanan perbankan tanpa kantor dimana Bank DKI hadir melalui Agen dengan menggunakan perangkat Mobile Point of Sale (MPOS) untuk pembayaran pajak dan retribusi, pembayaran tagihan.

Dengan menjadi agen JakOne Abank, para pelaku UMKM dapat melayani berbagai transaksi perbankan serta mendapatkan komisi dari setiap transaksi.

"Insya Allah, dengan berbagai dukungan layanan digital dan permodalan yang kami berikan, diharapkan dapat mendorong akselerasi pemulihan ekonomi khususnya pada sektor UMKM," tutup Herry.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Bank DKI Manfaatkan Digitalisasi Perbankan Dukung Layanan Pemprov

Sebagai Provinsi yang sudah mengembangkan smart city. Berdasarkan riset EV-DCI tahun 2022, Jakarta bahkan dinilai memiliki daya saing tertinggi dalam hal adopsi keuangan digital.

Setelah Jakarta, provinsi-provinsi dengan daya saing digital tertinggi adalah Jawa Barat dengan skor 58,5, Yogyakarta 49,2 , Banten 47, dan Jawa Timur 45,6.

Berdasarkan hal tersebut Bank DKI sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengembangkan layanan digital untuk membantu berbagai program dari Pemprov DKI tersebut.

“Sebagai BPD milik Pemprov DKI, kami memiliki kewajiban mendukung transaksi-transaksi yang ada di Jakarta baik di lingkungan pemerintahan, perusahaan dan terutama warga Jakarta sejalan dengan visi Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya” ujar Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono dalam Talkshow bertajuk Peran Digitalisasi Perbankan dalam Keamanan dan Kenyamanan Korporasi, dikutip Rabu (22/6/2022).

Sebagai wujud dukungan terhadap berbagai program Pemprov DKI Jakarta, seperti program bantuan sosial (bansos) melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) dan Kartu Anak Jakarta (KAJ).

“Kita menggunakannya dengan kartu.Kedepan akan berubah dari kartu ke smartpphone. Ini akan jadi tantangan buat Bank DKI untuk shifting ke smartphone” tuturnya.

 

3 dari 3 halaman

Sektor Transportasi

Di sektor transportasi, dalam waktu dekat, Bank DKI akan mendukung program Pemprov DKI Jakarta yang akan menerapkan tarif terintegrasi.

Di dalam program ini warga cukup membayar Rp10.000 selama 3 jam. Kita juga punya agen di sejumlah pasar tradisional yang dimiliki oleh Perumda Pasar Jaya untuk mengedukasi masyarakat dari yang awalnya melakukan transaksi tunai ke digital.

“Ini inovasi digital yang akan terus kita kembangkan, karena digitalisasi perbankan saat ini adalah sebuah keniscayaan agar hidup lebih aman, nyaman dan sejahtera” ungkapnya.