Sukses

Industri Pulp dan Kertas Sumbang Devisa Rp 111,4 Triliun di 2021

Liputan6.com, Jakarta Industri pulp dan kertas (IPK) Indonesia menjadi salah satu industri yang mempunyai peranan penting bagi perekonomian Indonesia.

Industri ini memberikan konstribusi terhadap PDB sebesar 0,67 persen dan devisa negara sebesar USD 7,5 miliar atau sekitar Rp 111,4 triliun (kurs 14.859 per dolar AS) pada tahun 2021.

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan devisa tersebut diperoleh dari kegiatan ekspor pulp sebesar USD 3,28 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu diantaranya China, Korea, India, Bangladesh dan Vietnam serta ekspor kertas sebesar USD 4,22 miliar ke negara China, Jepang, Vietnam, Malaysia, serta Philippines.

Berdasarkan kinerja ekspor tersebut industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat keempat untuk ekspor produk kehutanan terbesar pada 2022.

Selain itu, IPK Indonesia menempati peringkat ke satu di ASEAN, peringkat 3 di Asia untuk Pulp, peringkat 4 di Asia untuk Kertas, peringkat 8 di Dunia untuk pulp dan peringkat 6 di dunia untuk Kertas.

Liana menjelaskan, IPK Indonesia memiliki peluang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut karena didukung dengan terbukanya peluang pasar baik didalam negeri maupun luar negeri serta adanya keunggulan komparatif seperti alokasi hutan tanaman industri sebagai sumber bahan baku kayu, iklim tropis yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh lebih cepat, tersedianya SDM yang cukup kompeten serta jaminan pasokan bahan baku legal yang bersumber dari hutan yang dikelola secara lestari.

“Peranan dan peluang pertumbuhan IPK yang sangat potensial ini juga tidak lepas dari diperhatikannya aspek-aspek lingkungan dan keberlanjutan (sustainability) dalam melakukan kegiatan proses produksinya," tutur Liana dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/6/2022).

"Sehingga industri pulp dan kertas menjadi industri yang lebih hijau dan lebih berwawasan lingkungan antara lain dengan penggunaan bahan baku daur ulang, teknologi yang ramah lingkungan, dan efisiensi energi untuk mendukung kebijakan pengurangan emisi dan tercapainya pembangunan rendah karbon," lanjut Liana.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pengembangan Industri

Dalam rangka pengembangan industri pulp dan kertas, APKI pun mendukung terselenggaranya acara Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 ke 15 yang dilaksanakan pada 23-26 Juni 2022 di Grand City Center Surabaya, Jawa Timur.

Acara yang diprakarsai oleh Krista Exhibition bekerjasama dengan APKI, nantinya akan menampilkan lebih dari 86 exhibitors dari 16 negara di dunia dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 15.000 pengunjung dari dalam negei maupun luar negeri.

Diharapkan agar acara ini dapat meningkatkan kinerja perdagangan serta bisa memfasilitasi para pelaku usaha percetakan dan pelaku usaha produk kertas untuk saling bertemu dan berdiskusi dalam menjajaki kerjasama.

Kegiatan SPE ini penting untuk diikuti oleh pelaku usaha di industri kertas karena terkait dengan percetakan seperti kertas printing and writing, kertas kamera, dan lainnya, khususnya untuk pengembangan dan kemajuan dari Industri Pulp dan Kertas (IPK) Indonesia.

Liana berharap Pameran SPE akan menambah wawasan bagi pelaku usaha dan masyarakat mengenai pengembangan industri percetakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat serta siap menghadapi perkembangan dan tantangan global yang pesat. Selain itu acara ini juga dapat meningkatkan networking dan komunikasi dengan semua pihak terkait.

"Kami menyampaikan terimakasih bahwa Surabaya Printing Expo ini bisa membangun sinergitas antara Perusahaan grafika, Asosiasi Komunitas Printing dan Asosiasi dari Pulp dan Kertas akan menjadi satu kesatuan," ungkap Gubenur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa.

"Selain itu, Surabaya Printing Expo bisa menjadi pembuka akses ekonomi, bukan hanya Jawa Timur, tapi juga Indonesia. Kondisi ini menjadi harapan baru, khususnya bagi UMKM printing di Jawa Timur. Apalagi, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Jawa Timur,” ujarnya.

 

 

3 dari 4 halaman

Sederet Tantangan Industri Pulp dan Kertas, Termasuk Perang Rusia-Ukraina

Asosiasi Pulp (Bubur Kertas) dan Kertas Indonesia (APKI) terus berupaya mengawal pengembangan Industri Pulp dan Kertas untuk terus bisa berdaya saing dalam tingkat nasional, regional dan internasional. Hal ini melalui peningkatan awareness terhadap isu-isu yang tengah berkembang di dunia dan masyarakat, termasuk dalam hal memenuhi berbagai instumen dalam aspek Lingkungan, seperti Sosial dan Tata Kelola (ESG).

Dalam rangka mempersiapkan garis besar kebijakan organisasi dan penigkatan awareness terhadap isu ESG, APKI mengadakan agenda seminar internasional bertajuk Promoting ESG Based Competitiveness of Pulp and Paper Industry: A Lesson Learned From International Point of View.

Ketua Umum APKI, Aryan Warga Dalam, mengatakan bahwa industri pulp dan kertas memiliki potensi daya saing yang kuat dan didukung dengan terus dilakukannya pengembangan teknologi seperti otomasi dan digitalisasi untuk menyongsong daya saing industri pulp dan kertas kedepannya.

“Industri Pulp dan Kertas Indonesia terus berupaya untuk terus dapat bertahan dan mengembangkan industri meskipun pada masa ini terus ditekan oleh berbagai pihak seperti tuduhan pelanggaran lingkungan oleh NGO, Hambatan Perdagangan tarif tinggi, tuduhan trade remedies dan juga hambatan non tarif, belum lagi saat ini konstelasi antar negara tengah tinggi tensinya salah satunya dengan adanya agresi militer Rusia ke Ukraina yang berpotensi memicu perang, juga mau tidak mau bisa berimbas pada industri karena menyebabkan semakin kontainer dan terhambatnya logistik dunia," tutur Aryan dalam keterangan tertulis di Jakart, Senin (21/3/2022).

“Hasil diskusi hari ini diharapkan dapat menjadi bahan dan materi pembelajaran bagi pelaku industri pulp dan kertas Indonesia untuk mengembangkan industrinya serta menjadi dasar penyusunan kebijakan pada kepengurusan APKI mendatang” Tambah Aryan.

Seraya dengan Aryan, Direktur Eksekutif APKI, Ibu Liana Bratasida menyimpulkan agar kedepannya, Industri Pulp dan Kertas terus bisa bertumbuh dan maju menjadi juara di tingkat ASEAN, Asia dan bahkan Dunia serta terus bisa mengikuti isu-isu yang berkembang di dunia.

“Saat ini Indonesia peringkat 1 di ASEAN, peringkat 3 untuk pulp dan peringkat 4 untuk kertas dittingkat ASIA, serta peringkat 8 untuk pulp dan peringkat 6 untuk kertas ditingkat Dunia dengan kontribusi 3,84 persen untuk GDP non migas. Kedepannya harus optimis untuk dapat dipertahankan dan bahkan terus ditingkatkan” ujar Liana Bratasida.

4 dari 4 halaman

Tingkatkan Kinerja

Dia mengungkapkan, pelaku bisnis industri pulp dan kertas memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap keberlanjutan dengan meningkatkan kinerja mereka baik pada ESG atau langkah-langkah keberlanjutan lainnya, serta berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ungkapnya.

"Namun, pada saat yang sama, Dunia Usaha dan Industri juga berharap adanya pemahaman dan persepsi yang sama tentang apa saja persyaratan atau standar ESG yang dapat disepakati. Pertemuan G20 yang akan dilakukan tahun ini akan menjadi forum yang tepat untuk membahas ESG, dan saya berharap juga melalui forum B20 yaitu perwakilan komunitas bisnis di bawah G20, akan membahas lebih lanjut bagaimana meningkatkan kinerja ESG dan mengkomunikasikannya secara global," lanjut Liana.

Tahun 2022 ini juga menandakan usia ke 53 tahun APKI. Organisasi yang mewadahi dan merupakan forum diskusi bagi pelaku industri pulp dan kertas di Indonesia ini, pada Maret 2022 juga akan menyelenggarakan Kongres APKI 2021 bertemakan “Peluang dan Tantangan Industri Pulp dan Kertas Berbasis ESG” yang akan dilaksanakan pada Rabu-Kamis 23-24 Maret 2022 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS