Sukses

LRT Palembang Angkut 350 Ribu Penumpang per Mei 2022

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan melaporkan jumlah pengguna Light Rapid Transit (LRT) Palembang, Sumatera Selatan terus meningkat seiring meredanya kasus harian Covid-19.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencatat, jumlah penumpang LRT Sumsel telah mencapai 350 ribu penumpang hingga Mei 2022. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan masa pandemi yang mencapai 150 ribu penumpang.

"Begitupun dengan tingkat keterisian BRT Trans Musi sudah mencapai 55 persen lebih setelah dilakukan penataan dan rerouting rute angkutan umum di Palembang," ujar Menhub dalam acara peluncuran angkutan kota (Angkot) pengumpan LRT Palembang, Sabtu (11/6).

Meski meningkat, Menhub mengakui upaya untuk mendorong minat masyarakat menggunakan angkutan massal tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Butuh kolaborasi pentahelix yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pebisnis, komunitas masyarakat, dan juga media

"Maka dari itu, hari ini saya di Palembang bersama Pak Gubernur, Walikota dan sejumlah tokoh masyarakat Sumsel, ingin menyampaikan pesan dengan lebih luas dan masif kepada masyarakat Palembang, untuk sama-sama memanfaatkan angkutan umum yang sudah disediakan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru mendukung penuh langkah Kemenhub untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan umum di kota Palembang dan sekitarnya. Pihaknya berharap minat masyarakat Sumatera Selatan untuk memanfaatkan angkutan umum kian meningkat, termasuk LRT Palembang.

"Kita berharap makin banyak lagi masyarakat Palembang dan sekitarnya yang menggunakan angkutan umum," jelasnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Feeder LRT Palembang Resmi Beroperasi, Cek Rutenya

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meluncurkan Feeder LRT di Kota Palembang, guna menciptakan kondisi lalu lintas yang terhindar dari kemacetan, serta untuk mengurangi polusi akibat kendaraan pribadi.

“Satu hal yang perlu diketahui, ini pertama di Indonesia, Palembang ini jadi role model angkutan massal. Oleh karenanya, saya intensif agar ini digunakan masyarakat jangan sampai tidak berguna.  Karenanya dia (LRT) tidak bisa sendiri, kami buat interconnection atau bahasa teknisnya antarmoda,” kata Menhub Budi dalam peluncuran LRT di Palembang, Sabtu (11/6/2022).

Angkutan umum feeder LRT Palembang akan beroperasi pada dua rute, yaitu Asrama Haji–Sematang Borang via Jalan Noerdin Panji dan Perumnas Talang Kelapa-Asrama Haji Talang Buruk via Kolonel H Burlian.

“Jadi ada LRT dari Bandara sampai stadion Jakabaring ada 13 stasiun. Di titik-titik itu ada 1 pekerja, ini satu jurusan lintasannya harus dilengkapi dengan lintasan yang tegak lurus, makannya kita buat angkot bahasa inggrisnya feeder yang merupakan salah satu angkutan yang mensupply  orang-orang menuju ke situ (LRT) ini memberikan koneksi agar orang bisa point to point,” jelasnya.

Untuk ongkos sendiri, tarif LRT periode satu bulan Rp25.000 tersebut merupakan bagian dari program Kemenhub, yakni Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU).

Namun, Pemerintah masih menggratiskan angkutan umum feeder LRT di Kota Palembang hingga akhir 2022. Tapi, masyarakat Palembang masih harus tapping kartu elektronik meski saldo tidak dipotong.

“Bahkan kita itu memberikan kemudahan bagi pelajar dan mahasiswa, kita hanya memungut Rp 25 ribu untuk 1 bulan ini sebulan bisa dipakai berapa kalipun,” ujar Menhub.

3 dari 3 halaman

Optimalkan Angkutan Umum

Menhub Budi mengatakan, dengan adanya Feeder LRT di Kota Palembang, masyarakat terutama kawula muda bisa lebih perhatian dan memanfaatkan fasilitas transportasi yang telah disediakan Pemerintah.

“Kita ingin masyarakat disini memiliki dan melaksanakan itu dengan kebiasaan dia. Saya mengapresiasi Gubernur dan pak Walikota Palembang, ada satu gerakan nasional kembalikan ke angkutan umum,” ujarnya.

Menhub menyebut, kota yang baik itu adalah kota yang mengedepankan pemakaian angkutan umum. Selain tidak macet juga mengurangi polusi. Tentu, adanya LRT dan Feeder LRT harus dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin agar menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih kondusif.

“Insyallah ini tidak akan macet dan udaranya lebih bagus. Ini sama baiknya dengan kota-kota di seluruh dunia, ini angkutan masa depan yang harus dirawat,” pungkas Menhub.