Sukses

Menteri Bahlil: Elon Musk Rugi Jika Tak Investasi di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan baru saja bertemu Bos Tesla, Elon Musk Rabu (26/4) lalu di Texas.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pertemuan tersebut sebagai upaya pemerintah membujuk kembali Tesla sebagai investor di Indonesia dalam ekosistem produksi kendaraan berbasis baterai listrik.

"Pak Luhut ini kesana untuk melobi Elon. Kita doakan yang terbaik. Mudah-mudahan apa yang disepakati di AS ini bisa membawa keberkahan buat bangsa kita," kata Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Bahlil menyebutnya, sebelum pertemuan tersebut Tesla sudah berminat menanamkan modalnya di Indonesia. Namun tiba-tiba mundur. Menurutnya, dalam dunia usaha, maju mundur tersebut merupakan hal biasa dalam negosiasi.

"Sebelum kata titik berakhir ini belum selesai. Maju mundur ini strategi komunikasi. Mungkin di awal Tesla ini tawarannya belum bagus dan prospek globalnya belum cukup," kata dia.

Namun saat ini dunia juga mulai berubah dan berbeda. Bagi Bahlil sangat rugi jika kali ini Tesla tidak jadi mengucurkan dana segarnya di Tanah Air. Sebab hasil tambang Indonesia lebih unggul yang dimiliki negara lain.

"Kita punya keunggulan mutlak, nikel Ore kita 25 persen. Kalau negara lain seperti di Austria ini coil-nyabisa 30 kg, kita bahkan ada yang cuma 6 kg saja," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Cadangan Lainnya

Selain sebagai sumber cadangan nikel terbesar, Indonesia juga punya mangan, cobalt dan bauksit. Tiga dari bahan tambang tersebut merupakan bahan baku dari industri kendaraan listrik berbasis baterai.

Bahlil menyebut saat ini sudah ada beberapa perusahaan otomotif dunia yang akan teken perjanjian investasi. Sehingga menambah komitmen perusahaan asing lain yang sudah lebih dulu menyatakan persetujuannya seperti LG, dan CATL.

"Positif masuk BSF dengan Pewe. Kalau Tesla tidak sayang sekali, ini sesuatu yang menarik buat dikembangkan," kata doa mengakhiri.

Reporer: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 4 halaman

Elon Musk Janji Temui Jokowi di AS pada 14 Mei 2022

Pertama kalinya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru saja menemui CEO Tesla Inc., Elon Musk di Texas.

Kunjungan Luhut ini ternyata menjadi kunjungan pembuka sebelum nantinya Jokowi akan bertemu dengan Elon saat kunjungan ke AS.

Pertemuan tersebut berlangsung di Giga Factory Tesla di Austin Texas. Dari foto yang dibagikan Luhut terlihat Elon berpakaian santai mengenakan kaos hitam dengan celana panjang hitam.

Sementara itu, Luhut datang bersama timnya mengenakan setelan jas. Luhut terlihat mengenakan jas berwarna biru dongker dan kemeja biru muda. Namun tampilan Luhut terlihat santai karena tidak mengenakan dasi dengan satu kancing teratas yang dibiarkan terbuka.

Pertemuan tersebut berlangsung selama satu jam. Kepada Elon dan timnya, Luhut menjelaskan potensi bahan baku baterai listrik yang dimiliki Indonesia. Bahkan pemerintah memiliki program hilirisasi untuk memanfaatkan sumber daya alam tersebut.

"Saat ini sedang kami eksplorasi terus lewat program hilirisasi mineral," ungkapnya melalui akun instagramnya @luhut.pandjaitan, dikutip di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Luhut mengatakan baru kali ini Elon menerima tamu dengan antusias dengan kunjungannya. Mengingat beberapa waktu lalu Elon sedikit kaku dengan kebijakan terkait industri baterai dan pengolahan nikel di Indonesia.

4 dari 4 halaman

Janji Temui Jokowi

Luhut mengatakan pada bulan Mei mendatang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat dan bertemu dengan Elon. Keduanya akan bertemu di SpaceX.

"Nanti tanggal 14 Mei saat kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat, Elon berjanji akan mengubah schedule-nya demi menemui langsung Presiden Jokowi," kata dia.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga mengundang kehadiran Elon ke Bali dalam forum B20 yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan G20 pada November mendatang.

Luhut sangat berharap pertemuannya dengan Bos Tesla bukan yang terakhir. Akan ada pertemuan lanjutan yang membahas progres kerja sama Indonesia dengan Tesla. Sehingga industri nikel di dalam negeri memiliki teknologi tinggi dan bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain rantai pasok skala global untuk industri kendaraan listrik.

"Saya harap ini bukan pertemuan kami yang terakhir dan ke depan ada pembahasan terkait progres perkembangan industri nikel," kata dia mengakhiri.