Sukses

Erick Thohir Usung Filosofi Main Basket Majukan Indonesia, Seperti Apa?

Liputan6.com, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa untuk memajukan Indonesia, harus bisa menerapkan filosofi bermain bola basket. Menurut Erick, permainan bola basket begitu complicated, sama halnya dengan Bangsa Indonesia.

"Basket itu complicated, main berlima, tugasnya beda-beda, tingginya beda-beda, tetapi tujuannya sama, menang," ujar Erick Thohir.

Sama seperti Bangsa Indonesia, lanjut Erick, yang complicated dengan berbagai fungsi dan perannya masing-masing. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, pengusaha, hingga pelaku UMKM, yang memiliki fungsi dan peranan berbeda, namun dengan satu tujuan, memajukan Indonesia.

"Nah itu yang saya minta juga bahwa kita dalam melakukan sesuatu harus serius dan dari hati, bukan karena disuruh. Bangsa ini enggak bisa jadi bangsa besar kalau hanya disuruh," ucapnya.

Oleh karena itu, Erick meminta pada seluruh stakeholder terkait, untuk bisa melakukan fungsi dan peranannya dengan sadar dan ketulusan. Sama halnya seperti yang Erick lakukan saat membina klub basket, sehingga tak ada lagi paksaan, dalam setiap menjalankan perannya masing-masing.

"Saya membina olahraga, yang namanya olahraga itu ada waktunya bisa cedera, bisa kalah berkompetisi. Tetapi yang saya terapkan ke anak-anak basket, education yang paling utama," ungkap Erick.

Dengan begitu, Erick pun yakin bahwa semua pihak bisa kerja bersama dalam berkontribusi pada negara untuk memajukan Indonesia. Begitu juga dengan peranan sentral BUMN sebagai lokomotif pembangunan bangsa.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Mudahkan Masyarakat

Seperti diketahui, untuk menjalankan perannya, Erick bersama Kementerian BUMN terus menggagas program dan kebijakan untuk memudahkan masyarakat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Erick hanya meminta pada masyarakat, bahwa fasilitas yang sudah disediakan harus bisa dioptimalkan dengan baik, khususnya para generasi muda.

“Jangan sampai kesempatan lapangan kerja kita diambil orang lain, karena kita yang diberi kesempatan oleh Allah SWT tidak mengambil kesempatan tersebut. Itulah kenapa kita mendorong kesempatan berusaha dan mendorong lapangan kerja sesuai instruksi bapak presiden,” tegas Erick.

Erick diketahui terus melahirkan program dan kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas generasi muda. Seperti pembentukan BUMN muda, launching Gerakan #AkselerasiGenerasiDigital, serta Program Santri Magang, Mahasiswa Magang Bersertifikat, dan #MuslimLeaderpreneur.

Serta gagasan dan terobosan Erick yang ditujukan untuk bisa memberdayakan masyarakat. Seperti program PNM-Mekaar yang mencapai 11 juta nasabah, Makmur-Pupuk Indonesia yang memberdayakan 43.079 petani, Penyaluran KUR-Himbara yang mencapai 92,37 persen (Rp 281,86 triliun) sepanjang 2021, 10.000 Pertashop, dan masih banyak lagi yang lainnya.