Sukses

Harga Emas Antam Naik Hari Ini jadi Rp 928 Ribu per Gram, Minat Beli?

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual harga emas naik Rp 3.000 per gram di akhir pekan ini. Harga emas Antam dibanderol Rp 928 ribu per gram.

Demikian pula harga buyback atau pembelian kembali emas Antam bertambah Rp 4.000 menjadi Rp 815 ribu per gram. Itu artinya, saat menjual emas kembali ke Antam maka konsumen akan dapat harga Rp 815 ribu per gram.

Adapun Aneka Tambang menjual emas berukuran terkecil mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Kemudian tersedia pula emas dalam bentuk lain, seperti batik, koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya.

Tercatat jika harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.630.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.620.000.

Pada Sabtu (23/10/2021), hingga pukul 08.09 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Namun jika bisa menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut daftar harga emas Antam pada 23 Oktober 2021:

* Pecahan 0,5 gram Rp 514.000

* Pecahan 1 gram Rp 928.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.796.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.669.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.415.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.775.000

* Pecahan 25 gram Rp 21.812.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.545.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.012.000

* Pecahan 250 gram Rp 217.265.000

* Pecahan 500 gram Rp 434.320.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 868.600.000.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Harga Emas Lebih Mahal Seiring Kekhawatiran Inflasi AS

Harga emas naik pada akhir perdagangan Jumat di tengah kekhawatiran inflasi. Harga emas naik setelah Ketua Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve AS Jerome Powell memprediksi inflasi akan meningkat hingga tahun depan dan bahwa bank sentral AS berada di jalur untuk mulai mengurangi stimulusnya.

Dikutip dari Antara, Sabtu (23/10/2021), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD 14,4 atau 0,81 persen menjadi ditutup pada USD 1.796,30 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (21/10/2021), emas berjangka tergelincir USD 3 atau 0,17 persen menjadi USD 1,781,90 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka melonjak USD 14,4 atau 0,81 persen menjadi USD 1.784,90 pada Rabu (20/10/2021), setelah menguat USD 4,8 atau 0,27 persen menjadi USD 1.770,50 pada Selasa (19/10/2021), dan jatuh USD 2,6 atau 0,15 persen menjadi USD 1.765,70 pada Senin (18/10/2021).​​​​​​​

Dalam penampilan virtual di hadapan sebuah konferensi yang diadakan pada Jumat (22/10/2021), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa ia memperkirakan pembacaan inflasi AS yang meningkat hingga tahun depan, dan bank sentral AS harus mulai mengurangi pembelian asetnya segera, tetapi belum menaikkan suku bunga.

"Jelas, kemunduran itu terkait dengan komentar dari Ketua Fed sehubungan dengan bagaimana dia memperkirakan inflasi berpotensi tetap meningkat hingga tahun depan," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“Namun, itu adalah pedang bermata dua. Tekanan inflasi yang tersisa di pasar akan menjadi faktor pendukung yang mendasari emas dan perak dalam beberapa minggu dan bulan ke depan."

Powell mengatakan The Fed harus segera mulai mengurangi pembelian asetnya, tetapi seharusnya tidak menaikkan suku bunga karena lapangan kerja masih terlalu rendah.

Indeks dolar memangkas kerugian setelah komentar Powell.

"Inflasi adalah satu hal yang dibicarakan semua orang hari ini," kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

"Persepsinya adalah bahwa Federal Reserve berada di belakang kurva, dan pasar logam melihat itu karena The Fed tidak akan berbuat cukup banyak untuk memperlambat inflasi ... di situlah emas akan menemukan nilainya."