Rupiah Berpeluang Menguat Menanti Sentimen Bank Sentral AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada perdagangan Senin ini.

Diperbarui 27 September 2021, 11:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah pada perdagangan Senin ini.

Mengutip Bloomberg, Senin (27/9/2021), rupiah dibuka di angka 14.260 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan akhir pekan lalu yang ada di angka 14.257 per dolar AS.

Rupiah berada di 14.258 per dolar AS pada pukul 11.45 WIB. Sejak pagi, rupiah bergerak di kisaran 14.252 per dolar AS hingga 14.265 per dolar AS. Jika dihitung sejak awal tahun, rupiah sudah melemah 1,48 persen.

"Sentimen pasar keuangan global terhadap aset berisiko terlihat membaik pagi ini dengan menguatnya indeks saham Asia dan nilai tukar regional terhadap dolar AS. Rupiah mungkin bisa turut menguat terhadap dolar AS dengan perbaikan sentimen tersebut," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutip dari Antara, Senin (27/9/2021).

Menurut Ariston, situasi pandemi dalam negeri yang terus membaik juga mendukung penguatan rupiah.

"Tapi mungkin penguatan tidak terlalu dalam karena pasar masih mengkhawatirkan potensi gagal bayar Evergrande dan sikap Bank Sentral AS yang akan menjalankan tapering akhir tahun ini," ujar Ariston.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sentimen Dalam Negeri

Dari dalam negeri, jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (26/9) bertambah 1.760 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,2 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 86 kasus sehingga totalnya mencapai 141.467 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 2.976 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,02 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 42.769 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 86,46 juta orang dan vaksin dosis kedua 48,53 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran 14.200 per dolar AS hingga 14.220 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran 14.260 per dolar AS.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6