Sukses

Jadi Prioritas, Surat Berharga Syariah Negara Biayai Pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera di Lampung

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan preservasi atau pemeliharaan jalan pada Lintas Timur Sumatera ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu.

Pemeliharaan jalan ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu telah dimulai sejak 2020 dan ditargetkan selesai 2022.

Lintas ini terkoneksi antara kawasan industri tambak udang di Tulangbawang dengan pusat perekonomian Kota Lampung hingga Pelabuhan Bakauheni.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konektivitas antar wilayah diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien.

Dengan konektivitas yang semakin lancar, diharapkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

"Jalan ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan juga menjaga inflasi. Kalau jalan rusak, inflasi naik karena menyebabkan biaya logistik menjadi lebih mahal," kata Menteri Basuki, Jumat (30/7/2021).

Preservasi ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu masuk dalam program prioritas paket pemeliharaan Jalan Lintas Timur Sumatera yang dibiayai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Prioritas pembiayaan SBSN ini salah satunya untuk peningkatan kemantapan jalan lintas utama dalam rangka penguatan daya saing bangsa dan mendukung Sistem Logistik Nasional (Sislognas) yang memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi wilayah.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Rien Marlia menyampaikan, peningkatan kualitas layanan ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu diharapkan dapat meningkatkan kembali produksi dari sentra udang Bumi Dipasena yang sempat booming pada 1998 hingga awal 2000.

"Kita berusaha untuk mendukung jalan menuju kawasan industri tambak udang tersebut," ujar Rien.

 

2 dari 3 halaman

Target Kelar 2022

Pada paket kontraktual tahun 2021, preservasi dilanjutkan dengan nilai kontrak Rp 184,7 miliar dengan penyedia jasa PT Yasa Patria Perkasa.

"Semua ini merupakan upaya untuk meningkatkan kondisi kemantapan jalan nasional. Bila paket-paket preservasi tersebut telah selesai nantinya pada akhir tahun 2022, kemantapan jalan di Provinsi Lampung meningkat menjadi 97 persen," sambung Rien.

Selain ruas Simpang Penawar-Gedong Aji Baru-Rawajitu, di Lampung juga dilaksanakan preservasi ruas Pematang Panggang-Simpang Bujung Tenuk untuk Jalan Lintas Timur.

Sementara untuk Jalan Lintas Tengah Sumatera, kegiatan preservasi dikerjakan pada ruas Tegineneng-Simpang Tanjung Karang-Km 10, Terbanggi Besar-Tegineneng-Sukadana, dan ruas Padang Tambak-Bukit Kemuning-Batas Provinsi Sumsel-Terbanggi Besar.

Secara keseluruhan, jalan nasional yang menjadi kewenangan BPJN Lampung sepanjang 1.292,21 km terdiri dari Jalan Lintas Timur sepanjang 285,96 km, Jalan Lintas Tengah 323,14 km, Jalan Lintas Barat 312,89 km, Jalan Lintas Penghubung 341,58 km, dan Jalan Dalam Kota Bandar Lampung sepanjang 28,68 km.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini