Sukses

Menko Airlangga Berharap Kolaborasi Emtek dan Grab Jadikan Ekonomi Digital Indonesia Masuk 5 Besar Dunia

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik kolaborasi strategis antara Emtek Group dan perusahaan ride-hailing Grab.

Airlangga berharap kerja sama ini akan membantu Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di dunia.

"Semoga sinergi dan kolaborasi antara Grab dan Emtek dapat menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital minimal 5 besar di dunia," kata Airlangga pada acara Peresmian Kerjasama Strategis Grab dan Emtek Berdayakan UMKM di Ekosistem Digital di Jakarta, Senin (26/7/2021).

Hal ini, menurut Airlangga, bisa dilakukan dengan kedua perusahaan merangkul Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara inklusif.

"Termasuk diantaranya menyediakan teknologi yang ramah terhadap setiap kalangan, seperti penyandang disabilitas, perempuan dan UMKM di daerah yang terdepan, terpencil dan tertinggal," jelasnya.

Salah satu bentuk kerja sama Emtek Group dan Grab adalah memberdayakan UMKM, terutama di daerah-daerah tier dua dan tiga di Indonesia melalui Festival Kota Mapan. Program ini akan mulai digelar pada September 2021.

 

Saksikan Video Ini

2 dari 2 halaman

Dukungan Pemerintah

Airlangga mengatakan, kemitraan strategis ini akan membantu memperluas digitalisasi dan peluang ekonomi UMKM.

Pemerintah, katanya, selalu memberikan dukungan terkait berbagai program transformasi digital, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan pola perilaku masyarakat sebagai dampak dari kebijakan pembatasan sosial dan kegiatan ekonomi.

Sehingga saat ini lebih banyak masyarakat melakukan aktivitas secara digital, termasuk berwirausaha.

"Kami juga sangat mengapresiasi karena memberikan peluang bagi UMKM mempercepat transformasi digital, guna meningkatkan daya saing yaitu melalui Festival Kota Mapan. Hal ini sejalan dengan arahan presiden, pandemi ini sebaiknya dijadikan momentum percepatan transformasi digital," tuturnya.

Saat ini tercatat ada sebanyak 64,2 juta pelaku UMKM di Indonesia. Namun, baru 21 persen pelaku UMKM yang melakukan digitalisasi seperti memanfaatkan platform digital e-commerce untuk memasarkan produknya.