Sukses

Bangun Pusat Data di Indonesia, Microsoft Wajib Gaet UMKM

Liputan6.com, Jakarta Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat melakukan pertemuan dengan Microsoft di Washington DC. Itu dilakukan untuk membahas perkembangan rencana investasi membangun pusat data di Indonesia.

Bahlil mengapresiasi komitmen yang direncanakan Microsoft untuk Indonesia seperti yang pernah dikemukakan tahun lalu oleh CEO Microsoft saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta.

"Presiden Jokowi menginginkan Microsoft masuk ke Indonesia. Semuanya kami akan bantu, dalam konteks bagaimana aturan diperhatikan dan ditegakkan. Dengan tetap memperhatikan kolaborasi dengan UMKM, pengusaha daerah maupun pengusaha nasional lain," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Ditegaskan Bahli, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja), seluruh proses perizinan investasi yang dilakukan melalui sistem OSS dan perizinan di daerah, seluruhnya akan dibantu oleh Kementerian Investasi/BKPM.

Dia pun menyampaikan kepada Microsoft bahwa UU Cipta Kerja mewajibkan program kemitraan antara investor dengan UMKM.

"Sesuai perintah UU Cipta Kerja, setiap investasi harus ada kolaborasi dengan pengusaha daerah, tapi yang profesional. Jadi setiap investasi yang masuk betul-betul memberikan dampak dan bermanfaat," terang Bahlil.

Vice President of Azure Global-Microsoft Mark Jacobsohn menyampaikan, Microsoft memiliki komitmen jangka panjang pada pertumbuhan Indonesia. Inisiatif yang dicanangkan di Indonesia dengan tema Berdayakan Ekonomi Digital Indonesia.

 

2 dari 3 halaman

Komitmen Jangka Panjang Microsoft

Dengan tema itu, Microsoft akan merangkul berbagai pihak seperti pelayanan publik, pengembang (developer), dan ekosistem startup.

"Kami berekspansi dengan cepat di wilayah Indonesia. Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tentunya dari pemerintah Indonesia dan ketersediaan infrastruktur pendukung untuk mensukseskan investasi di Indonesia," ungkap pria yang akrab disapa Jake ini.

Menurut penelitian IDC (International Data Corporation), proyeksi dampak ekonomi dari investasi Microsoft di Indonesia sampai 2024 adalah penciptaan sumber pendapatan baru bagi Microsoft dan mitra lokal bisnisnya di Indonesia sebesar USD 6,3 miliar.

Kemudian penciptaan lapangan kerja sekitar 60 ribu lapangan kerja baru dan 9.000 lapangan kerja bagi profesional di bidang teknologi informasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: