Sukses

Penjelasan Manajemen Pupuk Kaltim Soal Kabar Ratusan Pekerja Positif Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan pekerja di PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), anak usaha PT Pupuk Indonesia, dilaporan positif Covid-19.

Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono menjelaskan, adanya kasus positif di PKT memang sejalan dengan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini.

"PKT dari awal bulan sampai sekarang penambahannya tidak sampai 150 (kasus) dalam waktu 3 minggu," ujar Teguh saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (25/6/2021).

Teguh juga menegaskan, dari jumlah tersebut, karyawan organik PKT hanya berjumlah 36 orang. Sedangkan sisanya ialah karyawan kontrak.

"Jadi perlu diluruskan kalau beritanya ratusan karyawan PKT," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menegaskan seluruh perusahaan di bawah koordinasi Pupuk Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam operasionalnya.

“Perusahaan sudah menerapkan protokol Covid-19 dengan ketat, mulai dari pembatasan jumlah karyawan yang masuk, kewajiban menerapkan 3M, serta secara berkala melakukan pemeriksaan baik melalui antigen maupun PCR,” tegasnya.

2 dari 5 halaman

Kasus Positif Covid-19 Tembus 20.574 pada 24 Juni 2021, Totalnya Jadi 2.053.995

Jumlah kasus baru positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Ada peningkatan kasus positif sebanyak 20.574 orang pada hari ini, Kamis (24/6/2021).

Sehingga, total keseluruhan terhitung sejak Maret 2020, ada 2.053.995 orang yang terkonfirmasi Covid-19. 

Meningkatnya jumlah kasus positif, juga diikuti dengan meningkatnya pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Pada hari ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan kasus kematian bertambah 355 orang. Maka secara nasional dilaporkan ada 55.949 orang yang meninggal akibat terpapar virus Corona.

Sedangkan jumlah kasus sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 di Tanah Air bertambah 9.201 orang. Sehingga totalnya kini telah mencapai 1.826.504 orang. 

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Rabu, 23 Juni 2021, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Kamis (24/6/2021) pada jam yang sama.

3 dari 5 halaman

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19. 

4 dari 5 halaman

Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: