Sukses

Perdana, Pertashop Khusus Kendaraan Diesel Resmi Beroperasi di Sragen

Liputan6.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya di Regional Jawa Bagian Tengah, Pertashop yang menyalurkan produk bahan bakar minyak (BBM) mesin diesel atau jenis gasoil, yaitu Dexlite resmi beroperasi. Pertashop ini berada Kelurahan Moko, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR), Pertamina Brasto Galih Nugroho mengungkapkan, Pertashop tersebut merupakan Pertashop pertama yang menyalurkan produk BBM untuk kendaraan berjenis diesel.

“Selama ini seluruh Pertashop yang berada di desa-desa di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan produk BBM jenis gasolin yaitu Pertamax. Namun kini Pertashop juga dioperasikan untuk menyalurkan produk BBM jenis gasoil, yaitu Dexlite, untuk memenuhi kebutuhan pasokan BBM berkualitas bagi pengguna kendaraan diesel,” kata Brasto, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Lokasinya yang berada di sekitar wilayah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Sragen menjadi nilai tambah dari keberadaan Pertashop Dexlite tersebut.

“Nantinya seluruh kendaraan operasional seperti armada mobil tangki LPG dan mobil pengangkut tabung LPG yang dioperasikan dari SPPBE Sragen dapat mengisi Dexlite dari Pertashop tersebut, jadi lebih efisien tidak perlu mengisi di SPBU,” tambah Brasto.

 

2 dari 3 halaman

Tekan Penggunaan BBM Subsidi

Menurutnya, kehadiran Pertashop Dexlite ini mampu menekan penggunaan BBM diesel subsidi yang tidak tepat sasaran.

“Dengan menghadirkan Pertashop produk Dexlite, kami mendorong kepada konsumen khususnya pengguna kendaran diesel agar memilih BBM yang berkualitas, seperti Dexlite dengan Cetane Number (CN) 51,” pungkas Brasto.

Produk Dexlite dilengkapi dengan formula aditif yang dirancang khusus untuk melindungi mesin sehingga pembakaran yang dihasilkan juga lebih sempurna dan membuat mesin kendaraan lebih halus.

“Tidak hanya itu, Dexlite juga masuk ke dalam kategori BBM ramah lingkungan karena kandungan sulfurnya yang rendah, tidak lebih dari 1.200 ppm,” tutup Brasto.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: