Sukses

Menko Luhut: Lonjakan Kasus Covid-19 Kesalahan Kita Rame-Rame

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir akibat dari pelanggaran terhadap kebijakan pemerintah, termasuk di dalamnya pelarangan mudik. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

"Naiknya eksponensial dengan adanya masuk varian India ini. Ini supaya kita juga sama-sama kesempatan ini berkaca inilah kesalahan kita rame-rame," kata Luhut, dalam Konferensi Pers Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Bidang Alat Kesehatan, Selasa (15/6/2021)

Padahal, kata Luhut, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk memerangi penyebaran virus Covid-19 yang mematikan tersebut. Diantaranya dengan melarang keras masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik.

"Kan, Pemerintah sudah habis-habisan meminta kita supaya stay at home, tidak mudik. Kemarin kita ramai-ramai (mudik) sekarang buahnya," terangnya.

Maka dari itu, dia meminta kesadaran bersama dari seluruh pihak khususnya pemimpin daerah untuk bisa kooperatif membantu pemerintah dalam memerangi penyebaran virus mematikan asal China itu. Sehingga, kasus Covid-19 di Indonesia bisa ditekan dalam waktu dekat.

"Jadi, kita harus melakukan perenungan. Kalau kita sebagai pemimpin yang tidak memberikan contoh ini lah dampaknya banyak korban yang tanpa kita sadari langsung atau tidak langsung akibat kelakuan kita sendiri," keras dia.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Polisi: Lonjakan Pasien Covid-19 Wisma Atlet Capai 359 Persen dalam 10 Hari Terakhir

Sebelumnya, lonjakan pasien Covid-19 terjadi di Ibu Kota Jakarta, salah satunya terlihat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. RSD yang ada di Kemayoran, Jakarta Pusat itupun makin ramai didatangi penyintas yang membutuhkan fasilitas isolasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, angka kenaikan RSD Wisma Atlet Kemayoran Jakarta hampir 400 persen dalam beberapa hari terakhir ini.

"Kita lihat kondisi Wisma Atlet jumlah pasien meningkat hampir 359 persen, bahkan mendekati 400 persen dalam 10 hari terakhir ini. UGD Wisma Atlet penuh dan pasien terus berdatangan," tutur Yusri dalam keterangan videonya, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Menurut dia, tingkat ketersediaan tempat tidur di Wisma Atlet sendiri sudah terisi sampai dengan 75,19 persen. Sementara tercatat sebelum lebaran bahwa Bed Occupancy Rate (BOR) di sana hanya 15 persen.

"Sebuah kenaikan yang sangat luar biasa," jelas Yusri.

Adapun data Sabtu, 12 Juni 2021 pagi, tempat tidur di Wisma Atlet hanya tersisa sekitar 24,8 persen atau 3/4 kapasitasnya telah teriisi. Kemudian, pasien yang masuk tercatat sebanyak 661 orang.

"Namun pasien yang sembuh atau keluar hanya 173 pasien. Covid-19 ini pembunuh berdarah dingin jangan lengah, disiplin adalah vaksin yang terbaik. Ingat bahwa kondisi di DKI Jakarta sedang tidak baik-baik saja," Yusri menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: