Sukses

Sri Mulyani: Edukasi Perempuan Memahami Digital Itu Penting untuk Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan aktivitas ekonomi. Terbatasnya aktivitas fisik, pada akhirnya memaksa orang untuk menggunakan layanan digital.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Saat ini, semuanya melakukan interaksi melalui konektivitas internet.

"Saya rasa ini adalah salah satu karakteristik Covid-19. Kita harus berubah ke transformasi digital baik dari sisi pemerintah yang juga harus Work From Home (WFH). Hal yang sama juga untuk aktivitas ekonomi, banyak aktivitasnya harus berubah ke platform digital," kata Sri Mulyani dalam Reaching Financial Equality - A Call to Action pada Seni (8/3/2021).

Oleh sebab itu, ia mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendorong berbagai program pemerintah yang belum digital menjadi digital.

Untuk mendorong digitalisasi sendiri, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya, kata Sri Mulyani, yaitu dengan meningkatkan dana untuk pembangunan infrastruktur internet.

Seiring dengan pembangunan infrastruktur, pemerintah juga sekaligus meningkatkan literasi soal finansial dan digital. Dalam hal ini termasuk untuk para perempuan agar tidak tertinggal dari laki-laki.

"Saya pikir edukasi khususnya untuk perempuan agar bisa digital dan memahami digital sangat penting," tutur Sri Mulyani.

Hal penting lain yaitu memastikan perlindungan data konsumen di sistem digital. "Mendukung kerangka hukum yang disesuaikan dengan tantangan dan keamanan digital ini sangat penting, khususnya untuk perlindungan dana konsumen. Karena kita melihat ini ceritanya tidak selalu baik," jelas Sri Mulyani.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani: Pajak Itu Uang Rakyat yang Digunakan untuk Masyarakat

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, berharap seluruh wajib pajak untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh). Pajak rakyat ini antara lain digunakan untuk berbagai hal termasuk penanganan Covid-19 dan tunjangan tenaga kesehatan (nakes).

"Pajak ini adalah uang rakyat yang akan digunakan untuk masyarakat juga. Sebagian untuk penanganan Covid-19, pembayaran kesehatan, pembangunan sekolah, pembayaran guru, pembangunan infrastruktur, dukungan untuk tugas aparat TNI dan Polri, serta tunjangan tenaga kesehatan," ungkap Sri Mulyani pada Senin (8/3/2021).

Sehingga kata Sri Mulyani, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), merupakan uang rakyat yang kembali ke rakyat. Hingga akhirnya, keseluruhan uang tersebut kembali ke perekonomian untuk mendukung seluruh kehidupan bernegara.

Oleh sebab itu, ia berharap pelaporan SPT Tahunan bisa berjalan dengan baik.

"Sukseskan SPT 2020, bagi semuanya terutama wajib pajak individu jangan lupa lakukan. Kalau bisa minggu-minggu ini jangan tunggu sampai 31 maret, dan korporasi masih sampai april, dan bisa juga dilakukan lebih segera," ungkap Sri Mulyani.

"Semoga yang kita lakukan semuanya bermanfaat untuk Indonesia, dan bisa bersama-sama memulihkan perekonomian kita dan menjaga Indonesia dari Covid-19," sambungnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: