Sukses

Rupiah Melemah ke 13.990 per Dolar AS Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan Rabu ini. Ada dua sentimen yang membuat rupiah melemah yaitu kenaikan imbal hasil obligasi AS dan revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Mengutip Bloomberg, Rabu (17/2/2021), rupiah dibuka di angka 13.950 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.930 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah semakin melemah ke 13.990 per dolar AS.

sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.950 per dolar AS hingga 13.990 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah menguat 0,43 persen.

Sedangkan Berdasarkan Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.019 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 13.975 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu, melemah dipicu kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini mengikuti sentimen pelemahan mata uang regional karena meningginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip dari Antara.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sudah menembus 1,32 persen pada perdagangan kemarin dan merupakan level tertinggi sejak Maret 2020. Yield yang meninggi tersebut memicu penguatan dolar AS.

Menurut Ariston, kenaikan yield itu kemungkinan karena optimisme pasar terhadap prospek pemulihan ekonomi AS dengan dukungan program stimulus fiskal besar pemerintah.

 

2 dari 3 halaman

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Selain itu, lanjut Ariston, revisi penurunan target pertumbuhan ekonomi atau PDB Indonesia 2021 mungkin sedikit membantu pelemahan nilai tukar rupiah.

Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2021 akan sebesar 4,3-5,5 persen. Hal itu berbeda dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang sebesar 4,5-5,5 persen.

"Tapi di sisi lain, optimisme pemulihan ekonomi global belakangan ini mungkin bisa menjaga rupiah tidak terlalu melemah terhadap dolar AS hari ini," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran 13.900 per dolar AS hingga 14.000 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: