Sukses

Sistem Baru Sedang Dirumuskan, BKN Pastikan Gaji PNS Bakal Naik

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengkonfirmasi gaji pokok Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS akan naik. Itu terjadi pasca perombakan sistem pangkat dan gaji PNS rampung dilakukan.

Namun, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, untuk saat ini gaji PNS belum alami kenaikan. Di mana saat ini hal tersebut masih jadi rumusan pemerintah.

"Jadi belum ada kenaikan ya, itu baru rumusan gaji ke depan," kata Paryono kepada Liputan6.com, Sabtu (5/12/2020).

Merujuk pada laporan yang dikeluarkan BKN, penghasilan PNS yang sebelumnya terdiri dari banyak komponen akan disimplifikasi menjadi hanya terdiri dari komponen Gaji dan Tunjangan saja.

Formula Gaji PNS yang baru akan ditentukan berdasarkan Beban Kerja, Tanggung Jawab, dan Resiko Pekerjaan.

Implementasi formula Gaji PNS ini nantinya dilakukan secara bertahap. Diawali dengan proses perubahan sistem penggajian yang semula berbasis Pangkat, Golongan Ruang, dan Masa Kerja menuju ke sistem penggajian yang berbasis pada Harga Jabatan.

Sementara untuk formula Tunjangan PNS meliputi Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Kemahalan. Rumusan Tunjangan Kinerja didasarkan pada capaian kinerja masing-masing PNS. Sedangkan rumusan Tunjangan Kemahalan didasarkan pada Indeks Harga yang berlaku di daerah masing-masing.

 

2 dari 3 halaman

Substansi

Secara substansial, perubahan sistem penggajian yang semula berbasis Pangkat, Golongan Ruang, dan Masa Kerja menuju ke Sistem Berbasis pada Harga Jabatan (Job Price) didasarkan pada Nilai Jabatan (Job Value), dimana Nilai Jabatan diperoleh dari hasil Evaluasi Jabatan (Job Evaluation) yang menghasilkan Kelas Jabatan atau Tingkatan Jabatan, yang selanjutnya disebut dengan Pangkat.

Perlu diketahui, pengaturan tentang Pangkat PNS saat ini saling terkait dengan pengaturan tentang Gaji PNS sebagaimana yang diatur didalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1977 tentang Gaji PNS sebagaimana telah diubah 18 kali, terakhir dengan PP Nomor 15 Tahun 2019.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: