Sukses

Pengakuan Menko Luhut, Sempat Ditawari Suntik Vaksin Covid-19 Oleh Menlu China

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penduduk di China sudah tidak lagi menggunakan masker. Alasannya, negara tersebut sudah vaksinasi Covid-19 sehingga penularan virus tersebut sudah bisa dikendalikan.

"Minggu lalu saya dari Tiongkok, Yunan untuk bicara dengan pemerintah Tiongkok. (Di sana) Tidak ada lagi yang pakai masker ini," kata Luhut saat menjadi pembicara di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Meski begitu, Luhut mengaku dia dan rombongannya tetap menggunakan masker. Sebab dirinya dan rombongan belum dilakukan vaksin Covid-19.

"Jadi kita yang jadi alien datang ke sana, kita yang pakai masker, karena kita harus pakai masker," kata dia.

Luhut mengaku saat di sana sempat ditawari disuntikkan vaksin oleh Menteri Luar Negeri Tiongkok. Namun tawaran tersebut ditolak lantaran vaksin Covid-19 dari Sinovac belum mendapatkan izin kedaruratan (EUA) dari Badan POM Indonesia.

"Terus saya dikasih suntik tapi kan nggak bisa disuntik karena kita belum ada emergency used authorization (EUA). Itu kita harus tunggu, itu aturan jadi kita harus patuh juga pada aturan," cerita Luhut.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Menko Airlangga Sebut Zona Merah Berpeluang Sebagai Prioritas Pemberian Vaksin COVID-19

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemberian vaksin di daerah-daerah dengan penularan COVID-19 juga dibahas dalam perencanaan vaksinasi oleh pemerintah.

"Tetapi kita kan ada daerah-daerah merah, nah itu daerah-daerah yang penularannya terbesar: Sumatera Utara, Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat," kata Airlangga dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Kamis kemarin, dikutip Jumat (23/10/2020).

 

"Itu nanti akan dievaluasi dan juga terkait efektivitasnya," kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut.

Pada kesempatan itu, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah masih menyiapkan perencanaan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Ia mengatakan, World Health Organization (WHO) menyarankan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan.

"Yang berikutnya terkait penunjangnya, termasuk aparat penegak hukum, kemudian tentu periode berikutnya masih ada yang terkait mereka yang rentan. Mereka yang rentan itu juga dispesifikasi."

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: