Sukses

Menko Airlangga Sebut Zona Merah Berpeluang Sebagai Prioritas Pemberian Vaksin COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemberian vaksin di daerah-daerah dengan penularan COVID-19 juga dibahas dalam perencanaan vaksinasi oleh pemerintah.

"Tetapi kita kan ada daerah-daerah merah, nah itu daerah-daerah yang penularannya terbesar: Sumatera Utara, Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat," kata Airlangga dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Kamis kemarin, dikutip Jumat (23/10/2020).

"Itu nanti akan dievaluasi dan juga terkait efektivitasnya," kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tersebut.

Pada kesempatan itu, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah masih menyiapkan perencanaan pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Ia mengatakan, World Health Organization (WHO) menyarankan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan.

"Yang berikutnya terkait penunjangnya, termasuk aparat penegak hukum, kemudian tentu periode berikutnya masih ada yang terkait mereka yang rentan. Mereka yang rentan itu juga dispesifikasi."

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Kelompok Usia

"Pemerintah sedang mempersiapkan masterplannya. Roadmap dan masterplan akan dibahas di pemerintah kemudian dilaporkan bapak Presiden, sesudah itu baru kita putuskan siapa yang didahulukan."

Selain itu, Airlangga mengatakan bahwa vaksin COVID-19 nantinya akan diberikan pada kelompok usia tertentu yaitu sekitar 19 hingga 59 tahun.

"Yang usia lebih muda dari 19 tidak dilakukan percobaan di berbagai negara, demikian pula yang di atas 59, walaupun yang rentan itu di atas 59," ujarnya.

Meskipun begitu, Airlangga mengatakan bahwa masih ada tahap penelitian vaksin COVID-19 di kelompok usia lainnya yang akan terus dilakukan.

Airlangga menambahkan bahwa untuk saat ini, sembari menunggu penggarapan rencana vaksinasi dan pemberian izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), penggunaan masker menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencegah terkena COVID-19.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap rajin mencuci tangan dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan. "Itu adalah hal penting sebelum nanti vaksin bisa dioperasionalisasikan."

3 dari 4 halaman

Infografis 5 Kandidat Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Menarik Berikut Ini