Sukses

Kartu Kredit Amex Black Card Miliarder Mark Cuban Pernah Ditolak, Ini Ceritanya

Liputan6.com, Jakarta Miliarder Mark Cuban yang terkenal dengan acara "Shark Tank" dan pemilik tim basket NBA, Dallas Mavericks, selalu mengkritik penggunaan kartu kredit.

Bahkan Cuban pernah menyatakan di satu acara pada 2018, bahwa penggunaan kartu kredit merupakan sebuah penghambat kesuksesan seseorang.

"Jangan gunakan kartu kredit, kalau ada orang yang menggunakanya, maka individu tersebut tidak mau menjadi kaya," jelas dia kala itu seperti melansir laman CNBC, Kamis (15/10/2020).

Tapi lucunya, pada tahun 2011, saat Dallas Mavericks berhasil mengalahkan Miami Heat di NBA Finals, untuk merayakan kemenangan itu, Cuban mencoba untuk menggunakan kartu kredit American Express Black Card miliknya.

Saat itu, pria berumur 62 tahun tersebut mencoba untuk membeli sebotol champagne.  Dia memesan sampanye Armand de Brignac atau dikenal juga sebagai Ace of Spades di LIV. Ini merupakan merek sampanye Jay-Z, seharga USD 140.000.

Tapi David Grutman, pemilik LIV, mengatakan jika Cuban dikenai biaya USD 90.000 untuk botol itu, dan sisanya Cuban memberikan sebagai tip sebesar 22 persen.

Sayangnya, saat itu kartu kredit Cuban ditolak. LIV pun meminta Mark untuk menghubungi American Express.

Saat Mark sedang berkomunikasi dengan bank, pihak dari American Express mengatakan bahwa status declined akibat kartu masih baru dan belum resmi dimiliki.

Dari percakapan tersebut pun, Mark merespon untuk meminta menghubungi pejabat berwenang. "Bisakah saya berbicara dengan manajer kamu, karena kalau dia menonton pertandingan NBA Finals malam ini, maka seharusnya semua orang mengerti," jelas dia.

Alhasil, Mark Cuban akhirnya bisa mengubah status dari kartu kredit American Express Black Card miliknya untuk dipakai.

American Express Black Card sendiri memang jenis kartu kredit yang dikhususkan untuk orang-orang terkaya di dunia.

Pada tahun 2018, American Express mengatakan ke CNBC, bahwa untuk kartu kredit ini memerlukan biaya inisiasi pertama kali sebesar USD 7.500, dan USD 2.500 sebagai iuran tahunan.

Kartu kredit ini dijelaskan Amex, sebagai produk khusus untuk menopang pengeluaran gaya hidup dan kebutuhan yang tinggi.

Berdasarkan The Point Guys, seseorang perlu menghabiskan sebanyak USD 450 ribu hingga USD 500 ribu dari pengeluarannya agar bisa mendapatkan tawaran untuk mendapatkan kartu kredit ini.

"Tapi tidak hanya itu, ada formula rahasia bagaimana seseorang bisa mendapatkan tawaran tersebut, sehingga membuat kartu ini bersifat sangatlah eksklusif," jelas The Point Guys.

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

Cerita Wanita Sukses Membangun Bisnis Hipnoterapi Berawal dari Kecanduan Nikotin

Grace Smith, CEO dari Grace Space Hypnosis menceritkan jika kecaduannya kepada nikotin hampir mustahil untuk dihilangkan. Dia pun merasa bahwa jauh lebih mudah untuk bisa menghilangkan ketergantungan dengan alkohol dibandingkan dengan rokok.

Ternyata, kecanduan Grace kepada dua hal ini merupakan akibat stres berat dari pekerjaan sebelumnya. "Dulu pada tahun 2011, waktu itu masih berumur 25 tahun, bekerja sebagai fundraiser di salah satu perusahaan di New York merupakan pekerjaan yang sangat stres," dia mulai bercerita, melansir BBC, Selasa (13/10/2020).

Berpesta secara berlebihan, membuat penulis buku "Close Your Eyes" menjadi salah satu caranya untuk bisa meredam tingkat stres dari pekerjaan tersebut.

"Dulu aku sendiri tinggal pada bagian Lower East Side, di Manhattan, dan hampir semua temanku sering berpesta berlebihan hingga diriku merasa lelah secara fisik dan mental," jelas dia.

Karena merasa gaya hidup yang tidak sehat, dia pun berusaha untuk kembali membersihkan kebiasaan buruknya agar kondisi mental dan fisik jauh lebih baik.

Walaupun berhasil mengatasi kebiasaan pesta dan minum-minuman alkohol berlebihan, tetapi merokok menurutnya menjadi masalah lain.

Setelah mencoba beragam alternatif untuk menghilangkan rasa kecanduan akan nikotin, dia mendapatkan rekomendasi dari teman untuk mengikuti program Hipnoterapi.

"Awalnya diriku sangat skeptis, karena aku merasa hypnosis merupakan hoax dan hasil dari sugesti terhadap klien," ujar Grace.

Bertolak belakang dengan opininya, Grace justru merasa bisa meredakan kecanduan terhadap rokok hanya setelah melakukan satu sesi hypnosis.

Dari pengalaman tersebut, ternyata membuat dirinya terinspirasi mendirikan dan menjadi spesialis Hipnoterapis.

Grace Space Hypnosis saat ini sudah mendapatkan lebih dari 250.000 klien yang memesan sesi hipnoterapi secara offline. Mereka diantaranya adalah atlet jdan juga beberapa tokoh selebriti seperti Rose Mcgowan.

Walaupun usahanya di bidang Hipnoterapi sukses, tidak bisa dipungkiri masih banyak orang yang skeptis dan kurang yakin dengan proses medis ini. Bahkan beberapa pihak menilainya sebagai praktik media yang cukup kontroversial.

Grace sendiri mendefinisikan jasa yang ditawarkan perusahan sebagai "meditasi dengan sebuah tujuan". Wanita kelahiran New Jersey ini menilai jika dilakukan dengan benar ditambah dengan dedikasi dari klien, maka isu-isu seperti berat badan, melepas stres ataupun untuk menghilangkan kebiasaan buruk, bisa di treatment menggunakan hipnoterapi.

Jamie Hacker Hughes, yang merupakan psikolog asal Inggris, mengklaim apa yang dilakukan Grace dan juga bisnisnya positif. Layanan ini bisa sangat berguna untuk klien-klien dengan tingkat kecanduan tinggi terhadap hal-hal tertentu.

"Hipnoterapi merupakan metode alternatif efektif yang bisa menyembuhkan banyak klien dari berbagai latar belakang masalah, jika memang diperilakukan sebagai terapi terhadap keadaaan psikis seorang klien," ujar Jamie.

Pada tahun 2016 pun, merasa masih banyak skeptis yang meragukan metode klinis alternatif ini, Grace membangun sebuah sekolah yang telah disetujui International Hypnosis Federation dan International of Counselours and Therapist.

Sekarang, sekolah tersebut telah mendidik lebih dari 200 peserta yang sudah dinilai mempunyai kualifikasi tinggi untuk di dunia kerja.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: