Daftar Harga Emas di Pegadaian per 13 Oktober 2020

Selain menawarkan jasa gadai, PT Pegadaian (Persero) juga menawarkan jasa penjualan emas.

Diterbitkan 13 Oktober 2020, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selain menawarkan jasa gadai, PT Pegadaian (Persero) juga menawarkan jasa penjualan emas. Terdapat beberapa jenis emas yang dijual oleh Badan Usaha Milik Negara tersebut.

Tercatat, Pegadaian menjual berbagai jenis emas, mulai dari emas Antam, emas Retro, emas Batik dan Emas UBS. Untuk penjualannya Pegadaian hanya menyediakan di outlet.

Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya" data-id="8271870" data-category="Bisnis" data-channel="Bisnis" data-article-ml="" style="">BACA JUGA:Harga Emas Antam Naik Rp 18.000 Hari Ini, Cek Rincian Lengkapnya

Pada hari ini, seluruh harga emas yang dijual di Pegadaian tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Berikut ini adalah daftar lengkap harga emas PT Pegadaian (Persero) per 13 Oktober 2020:

 

Harga Emas Antam

- 2,0 gram: Rp 2.059.000

- 3,0 gram: Rp 3.053.000

- 5,0 gram: Rp 5.058.000

- 10,0 gram: Rp 10.052.000

- 25,0 gram: Rp 25.047.000

- 50,0 gram: Rp 49.968.000

- 100,0 gram: Rp 99.788.000

- 250,0 gram: Rp 247.953.000

- 500,0 gram: Rp 495.688.000

- 1.000,0 gram: Rp 990.881.000

 

Harga Emas Antam Retro

- 0,5 gram: Rp 491.000

- 1,0 gram: Rp 981.000

- 2,0 gram: Rp 1.962.000

- 3,0 gram: Rp 2.942.000

- 5,0 gram: Rp 4.903.000

- 10,0 gram: Rp 9.806.000

- 25,0 gram: Rp 24.512.000

- 50,0 gram: Rp 49.023.000

- 100,0 gram: Rp 98.046.000

 

Harga Emas Antam Batik

- 0,5 gram: Rp 659.000

- 1,0 gram: Rp 1.221.000

 

Harga Emas UBS

- 0,5 gram: Rp 561.000

- 1,0 gram: Rp 1.024.000

- 2,0 gram: Rp 2.025.000

- 5,0 gram: Rp 4.982.000

- 10,0 gram: Rp 9.963.000

- 25,0 gram: Rp 24.865.000

- 50,0 gram: Rp 49.624.000

- 100,0 gram: Rp 99.240.000

- 250,0 gram: Rp 246.092.000

- 500,0 gram: Rp 492.132.000

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Harga Emas Tergelincir karena Pembicaraan Stimulus AS

Harga emas turun dari posisi puncak tertinggi dalam tiga pekan pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penekan harga emas adalah semakin positifnya rencana pemberian stimulus fiskal di AS yang menekan daya tarik emas.

Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2020), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.923,56 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 21 September di USD 1.932,96 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen menjadi USD 1.928,90 per ounce.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pada hari Minggu meminta Kongres untuk mengesahkan RUU bantuan virus Corona. Bantuan tersebut dalam proposalnya menggunakan dana sisa karena negosiasi tentang paket yang lebih luas mengalami penolakan.

“Dalam stimulus ini, kita semula berbicara triliunan, satu satu hari berubah menjadi miliaran dan mungkin di hari berikutnya akan menjadi jutaan. Semakin kecil menjelang pemilihan,” kata kepala analis Blue Line Futures di Chicago, Phillip Streible.

Kemungkinan pemberian atau pengucuran stimulus virus Corona di AS yang lebih kecil membebani harga emas.

Harga emas telah naik lebih dari 26 persen sepanjang tahun ini dibantu oleh stimulus dari pemerintah dan bank sentral global karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko inflasi dan pelemahan mata uang.

Investor juga tengah mengawasi pemilihan AS yang akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, di mana wakil dari Partai Demokrat Joe Biden dipandang lebih mungkin untuk menang.

"Harga emas akan bergerak lebih tinggi jika Biden menang karena dia akan menghabiskan banyak uang," kata analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

Segala hal ketidakjelasan menjelang pemilihan juga akan memberikan dukungan kepada harga emas.

Harga emas juga melemah karena indeks utama Wall Street menguat, didukung oleh kenaikan saham teknologi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6