Sukses

Ingin Bawa Pulang Toyota Vellfire? Ikuti Program BritAma FSTVL

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan program BritAma FSTVL (BritAma Festival) secara virtual. Program ini sebagai apresiasi BRI kepada nasabah yang selama ini setia menggunakan BRI. Namun, juga terbuka bagi nasabah baru yang ingin bergabung.

“BritAma Festival ini intinya adalah bentuk apresiasi BRI untuk nasabah-nasabah loyalnya dan juga untuk masyarakat umum juga. Karena untuk bisa mengikuti BritAma Festival ini dengan membuka rekening baru itu juga sudah bisa mengikuti festival,” kata Executive vice president BRI, Wahyudi Darmawan, Selasa (1/9/2020).

Secara rinci, program ini merupakan serangkaian undian bagi nasabah dengan saldo bertahan minimal Rp 10 juta. Program ini akan berlangsung mulai Senin 1 September 2020 dan berakhir pada 31 Januari 2021.

“Ini akan diundi dua kali, yaitu di bulan November dan di bulan Maret rencananya,” ujar Wahyudi.

“Jadi nasabah existing Britama selama ini cukup dengan meningkatkan saldonya akan mendapatkan poin undian. Untuk nasabah baru yang membuka rekening juga bisa memperoleh poin undian dan berkesempatan mendapatkan hadiah hadiah yang luar biasa,” beber dia.

Adapun hadiah utama dari program BRI ini adalah Toyota Vellfire. Kemudian juga ada Toyota Rush, Toyota Calya, Motor Honda Scoopy, dan berbagai hadiah menarik lainnya.

“Caranya. pertama meningkatkan saldo rata-rata di atas Rp 10 juta. Nanti di setiap kelipatan saldonya akan mendapatkan poin undian. Kemudian kalau orang yang membuka rekening melalui digital saving akan mendapatkan double poin,” jelas Wahyudi.

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

BRI Cetak Laba Rp 10,2 Triliun di Semester I 2020

Sebelumnya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil meraup laba Rp 10,2 triliun di semester I 2020. Angka tersebut lebih rendah dari laba tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp 16,16 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan, sejak awal Covid-19 melanda Indonesia, BRI telah berkomitmen untuk melindungi dan membangkitkan UMKM karena UMKM jadi sektor paling terdampak pandemi.

"Meski kita fokus ke UMKM tapi bisnis BRI tetap tumbuh positif. Aset secara konsolidasi mencapai Rp 1.387,76 triliun atau tumbuh 7,73 persen hingga Juni 2020," ujar Sunarso dalam konferensi pers virtual, Rabu (19/8/2020).

Lalu hingga akhir Juni 2020, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI konsolidasian tercatat memcapai Rp 1.072,50 triliun atau tumbuh 13,49 persen yoy. Pencapaian ini lebih tinggi dari penghimpunan DPK industri perbankan di bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 7,95 persen yoy.

"DPK BRI didominasi oleh dana murah (CASA) sebesar 55,81 persen," kata Sunarso. Di sisi lain, pandemi mampu mendorong transaksi digital di BRI sehingga mampu mendongkrak pencapaian pendapatan berbasis komisi. Hingga akhir Semester I 2020, pendapatan berbasis komisi BRI tercatat sebesar Rp 7,46 Triliun atau tumbuh 18,59 persen yoy. BRI juga mampu menjaga loan to deposit ratio (LDR) secara ideal di angka 86,06 persen, atau lebih rendah dengan LDR BRI di akhir Juni 2019 sebesar 92,81 persen. Sementara itu, permodalan BRI terjaga dengan CAR sebesar 20,15 persen.

Lalu untuk Non Performing Loan (NPL) BRI terjaga di angka 2,98 persen bank only dan 3,1 persen secara konsolidasi, dengan NPL coverage mencapai 187,73 persen hingga akhir Juni 2020.

Krisis yang tengah terjadi saat ini menjadi akselerator transformasi yang telah dilakukan BRI sejak 2016 lalu. Transformasi yang dilakukan BRI semata-mata untuk menyelamatkan UMKM agar lapangan kerja tercipta.

"Meningkatkan produktivitas UMKM artinya sama dengan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia," pungkas Sunarso.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: