Sukses

Vaksin Rusia Bikin Rupiah Tenang

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Kamis (13/8/2020). Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di angka 14.742 per dolar AS, menguat tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.760 per dolar AS. Jelang penutupan, rupiah berada di angka 14.775 per dolar AS.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi oleh pengumuman vaksin Covid-19 temuan Rusia, Sputnik-V. Vaksin ini akan di produksi masal mulai bulan Oktober 2020 dan dipasarkan di November serta sudah ada 20 Negara yang akan memesan vaksin tersebut dengan total 1 miliar dosis vaksin.

CEO Souvereign Wealth Fund Rusia (RDIF) Kirill Dmitriev menyatakan, Rusia telah mengembangkan vaksin untuk virus corona dalam enam tahun terakhir terutam auntuk penyakit MERS, sehingga wajar saja bila pengembangannya lebih cepat.

"Walaupun WHO tidak dikonfirmasi dan ada keraguan tentang apakah Rusia telah mengembangkan vaksin yang aman begitu cepat, berita tersebut membawa optimisme bagi pasar," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Faktor lainnya yang mempengaruhi gerak rupiah adalah rencana stimulus fiskal baru yang masih belum ada keputusan dari Senat AS. Kubu Partai Republik di House of Representatives mengusulkan proposal stimulus baru bernilai USD 1 triliun.

Namun kubu oposisi Partai Demokrat enggan menyetujui karena merasa jumlahnya terlalu sedikit. Hal ini menyebabkan pasar merasa kecewa karena sebelumnya berharap penggelontoran stimulus bakal berjalan lancar.

 

** Saksikan "Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020

2 dari 3 halaman

Faktor Internal

Lalu dari faktor internal, PSBB Transisi Fase I DKI Jakarta akan berakhir hari ini. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memutuskan apakah akan memperpanjang PSBB atau menyetopnya. Di sisi lain, tingkat infeksi virus Covid-19 masih belum mereda, dilihat dari angka yang dirilis per harinya.

"Ini yang sedang ditunggu oleh pasar, sehingga Pemerintah DKI Jakarta jangan sampai membuat kesalahan patal dalam mengambil keputusan tersebut karena akan berpengaruh terhadap masa depan ekonomi Indonesia," kata Ibrahim.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: