Sukses

SKK Migas Dukung Penyerapan Ribuan Tenaga Kerja Lokal di Proyek Blok Masela

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendorong keterlibatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, baik saat fase pembangunan maupun saat proyek operasional pada proyek Abadi Masela.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, SKK Migas dan INPEX siap mendukung dan memfasilitasi keterlibatan SDM lokal di proyek Abadi Masela, agar masyarakat Maluku merasakan dampak positif keberadaan proyek tersebut.

Hal ini diimplementasikan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang usaha dan jasa antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Petrotekno.

“SKK Migas mendukung implementasi kerjasama antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Petrotekno yang hari ini ditandatanganai," kata Dwi, di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Menurut Dwi, Proyek Abadi Masela merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Maluku untuk terlibat didalamnya, baik sebagai tenaga kerja maupun pengusaha lokal yang menjadi mitra INPEX.

Untuk itu penyiapan SDM Maluku yang memiliki kompetensi sesuai standar hulu migas harus menjadi perhatian Pemerintah Daerah, agar manfaat langsung keberadaan proyek Abadi Masela dirasakan masyarakat Maluku.

Proyek Abadi Masela dengan nilai investasi yang mencapai USD 19,8 miliar memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) barang dan jasa sebesar 26 persen, atau USD 5,15 miliar yang setara dengan sekitaRp 75 triliun.

Sebuah angka yang luar biasa dan dapat mendukung peningkatan kapasitas industri nasional, dan secara khusus mendorong dan meningkatkan kapasitas industri daerah, termasuk UMKM di Maluku. Pada masa konstruksi akan menyerap sekitar 30 ribu tenaga kerja dan saat operasional akan menyerap sekitar 4 ribu tenaga kerja.

"Ini merupakan langkah maju dan implementasi dari upaya peningkatan kompetensi masyarakat Maluku agar siap untuk berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari proyek Abadi Masela,” tutur Dwi.

2 dari 4 halaman

Kompetensi Masyarakat

Upaya meningkatkan kompetensi masyarakat lokal untuk terlibat dalam proyek hulu migas dengan skema seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan Petrotekno, sudah pernah dilaksanakan pada proyek hulu migas yang lain, yaitu di Tangguh.

SKK Migas melakukan pembinaan dan pengawasan implementasi kerjasama antara BP Tangguh dengan Pemerintah Daerah disana, dan kerjasama tersebut efektif mampu meningkatkan kompetensi SDM masyarakat dan diserapnya tenaga kerja lokal pada proyek BP Tangguh.

Keterlibatan tenaga kerja lokal yang memenuhi kualifikasi hulu migas dan ditempatkan pada posisi yang memiliki keahlian tertentu, akan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat lokal bahwa jika diberikan kesempatan dan pembinaan yang baik, tenaga kerja lokal dapat bersaing dengan tenaga kerja lainnya.

 

3 dari 4 halaman

Penyerapan Tenaga Kerja

Dwi menambahkan, selain kemanfaatan proyek Abadi Masela dalam bentuk penyerapan tenaga kerja secara langsung, SKK Migas juga mendorong Pemerintah Daerah agar dapat memanfaatkan momentum emas Abadi Masela untuk meningkatkan kualitas SDM Maluku secara keseluruhan, termasuk dalam bidang pendidikan.

SDM adalah sumber daya yang penting untuk mendukung kemajuan pembangunan nasional dan daerah.

“Proyek Abadi Masela adalah proyek laut dalam pertama kalinya di Indonesia. Memperhatikan potensi hulu migas yang sebagian besar berada di kawasan timur Indonesia dan berada di laut dalam, maka penguasaan ilmu dan teknologi pembangunan kilang di laut dalam akan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk memonetisasi potensi hulu migas. Bukan mimpi jika dimasa mendatang, SDM Indonesia akan berkiprah dibanyak proyek laut dalam di berbagai belahan dunia jika kita bersama dapat memanfaatkan momentum proyek Abadi Masela untuk meningkatkan daya saing SDM Indonesia," pungkas Dwi.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: