Sukses

Harga Beras Kualitas Premium Naik 0,13 Persen di Juli 2020

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras kualitas premium di penggilingan rata-rata mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Di mana posisi pada Juli 2020 beras di penggilangan tercatat sebesar Rp9.932, per kilogram (kg).

"Sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.316 per kg atau turun sebesar 1,37 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto, di Jakarta, Senin (3/8).

Sementara itu, untuk rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan tercatat sebesar Rp8.920 per kg. Rata-rata harga beras luar kualitas ini mengalami penurunan sebesar 0,07 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Selama Juli 2020, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.788 per kg atau naik 1,44 persen. Di tingkat penggilingan, harganya sebesar Rp4.883 per kg atau naik 1,32 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Rata-rata harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani Rp5.451 per kg atau turun 6,74 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.601 per kg atau turun 5,99 persen.

Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.387 per kg atau naik 0,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.487 per kg atau naik 0,39 persen.

"Dibandingkan Juli 2019, rata-rata harga gabah pada Juli 2020 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 3,68 persen, 3,30 persen, dan 3,11 persen," jelas dia.

 

2 dari 5 halaman

Di Tingkat Penggilingan

Sementara di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Juli 2020 dibandingkan dengan Juli 2019 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 3,62 persen, 4,01 persen, dan 2,90 persen.

Selama Juli 2020, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.041 observasi beras di penggilingan pada 803 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.

"Dibandingkan dengan Juli 2019, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juli 2020 untuk kualitas premium dan kualitas medium masing-masing naik sebesar 4,33 persen, dan 1,14 persen, sedangkan untuk beras luar kualitas turun 0,13 persen," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Hingga Juli 2020, Serapan Beras Bulog Capai 850 Ribu Ton

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, hingga minggu ke-4 bulan Juli 2020, realisasi serapan beras telah mencapai 850 ribu ton yang tersebar di seluruh wilayah kerja Bulog di Indonesia.

Jumlah tersebut sama dengan 60,7 persen dari total target pengadaan beras hingga akhir tahun sebesar 1,4 juta ton.

"Saat ini cadangan kita sudah 1,45 juta ton (pengadaan beras ditotal dengan cadangan tahun kemarin). Stok cadangan beras Bulog sampai akhir Desember akan mencukupi," ujar Budi Waseso di Pandeglang, Banten, Selasa (28/7/2020).

Bulog sendiri menjamin hasil panen di seluruh wilayah kerja di Indonesia dapat terserap dengan baik. Setelah menyerap hasil panen di Pandeglang, Bulog juga membeli hasil panen di Cilacap dan Gowa.

"Contohnya seperti saat ini di Pandeglang ada sekitar 400 hektar sawah yang sedang panen, dan pekan lalu saya juga instruksikan beberapa direksi melakukan hal yang sama dengan langsung menjemput panen petani di Cilacap Jawa Tengah dan di Gowa Sulawesi Selatan," kata Budi Waseso.

4 dari 5 halaman

Kualitas Beras

Pria yang akrab dipanggil Buwas mengakui, kualitas dan kuantitas gabah/beras dalam negeri masih kalah jauh dari beras impor. Harganya pun masih lebih mahal. Namun, hal ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kita harus punya ketahanan pangan. Sekarang saja beberapa daerah masih supply, karena produksi di daerahnya kurang. Kalau kita tahan pangan, mau diapain saja kuat. Tapi kalau krisis, gimana mau bertahan," pungkasnya. 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: