Sukses

Mandiri Sekuritas Catat Pendapatan Rp 288 Miliar di Semester I 2020

Liputan6.com, Jakarta - Sampai dengan semester I 2020, Mandiri Sekuritas mencatat revenue yang masih cukup bagus sebesar Rp 288 miliar. Total revenue ini merupakan konsolidasi dari Mandiri Sekuritas dan Mandiri Securities Pte. Ltd. (Mandiri Sekuritas Singapore/MSPL).

“Semester satu revenue kita ini masih cukup bagus. Total revenue kita Rp 288 miliar sampai dengan Juni 2020. Ini hanya revenue dari Mandiri Sekuritas dan Mandiri MSPL di Singapore. Kita tidak memasukkan revenue dari mandiri manajemen investasi karena ini anak perusahan yang kita anggap independen,” ujar Heru Handayanto, Direktur Operations Mandiri Sekuritas, dalam konferensi pers, Kamis (23/7/2020).

Adapun komposisi revenue, terdiri dari capital market 42 persen, retail 30 persen, IB 19 persen, dan MSPL 8 persen.

“Kalau kita lihat komposisi revenue berdasarkan divisi bisnis kita lihat disini masih didominasi oleh capital market,” kata Heru.

Sementara dari sisi pertumbuhannya, Mandiri Sekuritas mencatat global bond dan retail yang masing-masing tumbuh 41 persen dan 19 persen. Sementara untuk institusi dan IB masing-masing mengalami penurunan 17 persen dan 45 persen.

“Dari sisi servis kita bisa mempertahankan di 2 market dengan growth yang cukup besar yaitu di MSPL kita masih mencatat growth 41 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Growth ini karena 2 bulan sebelum krisis itu memang banyak sekali di Singapura, ada 2 atau 3 global bond yang kita busa underlight dengan hasil yang cukup baik,” jelas Heru.

 

2 dari 3 halaman

Retail

Sementara untuk pertumbuhan retail, Heru mengaku divisi retail dalam 3 bulan terakhir telah menguasai market, terutama di BEI.

“Dan kita salah satu yang cukup menikmati growth di retail ini,” ucapnya.

Adapun penurunan dari sisi institusi, menurut Heru tidak terlalu mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan adanya transaksi besar yang ditangani oleh Mandiri Sekuritas. Jika transaksi ini tidak diperhitungkan, Heru menyebutkan pertumbuhannya masih positif.

“Untuk IB, sekarang turun itu karena memang di awal-awal ini masih pandemi, jadi behind the crisis selalu ada opportunity. Kita masih optimis IB kita di semester 2 akan jauh lebih besar karena banyak project yang sedang jalan dan mudah mudahan akan kita buka revenuenya di semester kedua,” pungkas Heru.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: