Sukses

Permintaan KPR Subsidi di BTN Naik hingga 40 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengalami peningkatan di akhir kuartal II 2020. Tercatat, peningkatan permintaan KPR subsidi mencapai 40 persen pada Juni 2020 jika dibandingkan pada Mei 2020.

"Untuk KPR subsidi, demand Bulan Juni sudah lebih tinggi sekitar 30 persen sampai 40 persen dibanding Bulan Mei," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury di Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdampak positif pada permintaan KPR subsidi. Untuk itu, dia berkomitmen tahun 2020 kredit perbankan akan tetap tumbuh positif. 

Keyakinan tersebut berdasarkan kebutuhan primer manusia adalah pangan dan papan. Sehingga Pahala pun optimistis permintaan terhadap perumahan masih tetap tumbuh di masa krisis akibat wabah corona.

"Pangan dan papan merupakan kebutuhan dasar. Kami yakin demand KPR masih akan tumbuh," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 4 halaman

Pemerintah Telah Salurkan Rp 51 Triliun Dana Bantuan Perumahan

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) terus menyalurkan dana bantuan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada 2020, pemerintah telah menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp 11 triliun, yang terdiri dari Rp 9 triliun DIPA 2020 dan Rp 2 triliun dari pengembalian pokok untuk 102.500 unit rumah.

Tercatat hingga 18 Juni 2020, penyaluran FLPP pada tahun ini telah mencapai Rp 6,87 triliun untuk 67.982 unit rumah, atau telah mencapai 66,32 persen. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga 12 Juni 2020 mencapai Rp 51,24 triliun untuk 723.584 unit rumah.

Proses penyalurannya dilaksanakan dengan mengedepankan teknologi informasi melalui aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) dan Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR Arief Sabaruddin mengungkapkan, inovasi yang dikembangkan tersebut merupakan salah satu percepatan kesediaan hunian dalam mempertemukan supply dan demand.

"Kita fokus pada berapa besarnya supply hunian. Hingga saat ini potensi dan dukungan aktif para asosiasi pengembang sangat luar biasa dalam memberikan data. Saya apresiasi pengembang yang mendaftarkan terus perumahannya ke Sikumbang. Sehari rata-rata lebih dari seribu hunian didaftarkan di aplikasi ini," tuturnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2020).

3 dari 4 halaman

Terus Meningkat

Berdasarkan informasi PPDPP, data yang terekam pada aplikasi SiKumbang menunjukkan progres yang terus meningkat. Tercatat dalam per 18 Juni 2020 pukul 14.20 WIB, jumlah lokasi yang terdaftar pada aplikasi SiKumbang telah mencapai 10.408 lokasi, dengan lokasi yang lolos pengecekan sebanyak 3.273 lokasi dan 1.367 lokasi masih menunggu pengecekan.

Sementara sebanyak 9.547 lokasi data terintegrasi dengan SiKasep (bisa akad) dan 12.193 pilihan rumah yang tersedia. Sedangkan data yang perlu dilakukan revisi oleh pengembang adalah sebanyak 4.908 lokasi.

Selain itu, PPDPP mencatat per 18 Juni 2020 pukul 15.10 WIB sebanyak 174.210 masyarakat terdaftar sebagai user calon debitur pada SiKasep, dengan rincian 142.897 user telah lolos subsidi checking dan sebanyak 67.982 masyarakat telah menerima FLPP.

 
4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: