Hesti Purwadinata dan Edo Borne Jadi Relawan di Kalimantan

Hesti Purwadinata dan Edo Borne jadi relawan kesehatan di Palangka Raya, Kalteng. Simak keluhan warga dan harapan Hesti soal hujan selengkapnya di sini!

Diterbitkan 04 November 2026, 23:39 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hesti Purwadinata dan Edo Borne menjadi relawan kesehatan di Palangka Raya.
  • Hesti mendata keluhan warga seperti pusing, sesak napas, dan gatal pada anak.
  • Keluhan diduga akibat asap karhutla; Hesti berharap hujan padamkan api.

Liputan6.com, Jakarta - Hesti Purwadinata terjun menjadi relawan kesehatan di Kalimantan bersama suaminya, Edo Borne. Keduanya ikut melayani warga di Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menjadi pengalaman perdana Hesti sebagai relawan. Ia dipercaya bertugas sebagai tim pendata dalam kegiatan pelayanan kesehatan dan berbagi tersebut.

Pengalaman Perdana Jadi Tim Pendata

Dalam kegiatan itu, Hesti ikut membagikan buah dan vitamin kepada warga. Masyarakat setempat juga bisa mengikuti konsultasi kesehatan secara gratis.

Sebagai tim pendata, Hesti bertanya langsung kepada warga soal keluhan yang mereka rasakan. Dari situ ia melihat banyak warga datang untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.

Keluhan Warga: Pusing, Sesak Napas, dan Gatal pada Anak

Hesti mengungkapkan keluhan yang paling banyak ia temui adalah pusing dan sesak napas. Ia menduga kondisi itu berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.

"Ini banyak banget masyarakat di sini untuk mendapatkan fasilitas kesehatan gratis. Aku kan jadi tim pendata, aku nanya-nanya sama mereka. Banyakan sih keluhannya pusing, terus beberapa kali sesak napas. Mungkin, itu mungkin ya, salah satu akibatnya asap kebakaran karhutla," ungkapnya.

Selain itu, banyak anak-anak yang mengeluhkan kulit gatal disertai bercak-bercak merah. "Terus kan anak-anak banyak banget yang gatal-gatal kulitnya, ada bercak-bercak merah juga. Sebagian besar keluhannya itu sih, pusing sama sesak napas," lanjut Hesti.

Hujan Turun, tapi Titik Api Masih Banyak

Hesti dan Edo Borne tiba di lokasi saat hujan turun. Suasana disebut jauh lebih baik dibanding sebelumnya, namun titik api masih banyak dan kesehatan sebagian besar masyarakat masih menurun.

Karena itu, Hesti berharap hujan kembali turun. "Mudah-mudahan sih kita harapkan ya hujan turun lagi, hari ini kan lagi cerah. Hujan turun tapi jangan terus-terusan, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lain lagi. Intinya hujan turun, titik-titik api juga bisa padam, terus kesehatan masyarakat bisa meningkat," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi, Kamis 5 November Pukul 08.00 WIB di Indosiar

Renisya Satya PutriTim Redaksi
Copy Link
Batalkan