Sukses

Bingung Memulai, Begini Trik Menyimpan Uang untuk Keadaan Darurat

Liputan6.com, Jakarta Sasaran tabungan pertama bagi sebagian besar individu dan keluarga haruslah menyiapkan dana darurat. Dana yang cukup besar untuk menangani pengeluaran yang tidak terduga, seperti tagihan medis atau biaya pendidikan, tertimpa bencana, dan lain sebagainya.

Dana darurat juga dapat membantu untuk sementara waktu jika Anda kehilangan pekerjaan dan perlu mencari yang baru.

Dilansir dari laman Investopedia.com, Sabtu (30/5/2020) perencana keuangan umumnya merekomendasikan untuk menyiapkan setidaknya tiga bulan dari biaya hidup sebagai dana darurat. Beberapa menyarankan enam bulan atau bahkan setahun.

Bahka bagi pensiunan, beberapa perencana menyarankan menyiapkan biaya hidup selama dua tahun dalam rekening darurat. Ini untuk menghindari risiko harus menguangkan saham atau investasi yang tidak stabil.

Agar Anda dapat memperoleh dana darurat dengan cepat dalam keadaan darurat, tempat terbaik menyimpannya adalah rekening likuid, seperti rekening giro, tabungan, atau pasar uang di bank, atau dana pasar uang di sebuah perusahaan reksa dana atau perusahaan pialang. 

Selanjutnya untuk mendanai akun dana darurat ini, pertimbangkan untuk menggunakan seluruh atau sebagian dari uang di luar gaji.

Itu bisa berupa pengembalian pajak, bonus di tempat kerja, atau penghasilan dari pekerjaan sampingan. Jika Anda menerima kenaikan gaji, cobalah untuk berkontribusi setidaknya sebagian dari itu ke akun tersebut.

 

2 dari 2 halaman

Tips Lain

Tips lainnya yakni "bayar dirimu dulu” itu berarti memperlakukan tabungan Anda seperti tagihan lain dan mengalokasikan persentase tertentu dari setiap gaji, untuk masuk ke dalamnya.

Untuk menghindari godaan membelanjakan uang, Anda dapat mengatur agar uang itu disetorkan langsung ke dalam rekening, atau dititipkan ke dalam rekening giro harian dan kemudian secara otomatis ditransfer dari sana ke dana darurat.

Tentu saja, menghemat pengeluaran bahkan 3 hingga 6 bulan lebih mudah dikatakan daripada dilakukan bagi banyak dari kita. Maka Anda perlu menyisihkan 10 persen dari gaji apabila yang diperoleh cukup besar setiap tahunnya.

Jika Anda menyisihkan hanya 10 persen dari setiap gaji untuk tabungan darurat, itu akan memakan waktu dua setengah tahun di tingkat pertama dan lima tahun di tingkat kedua.

Satu hal terakhir, jika Anda terpaksa mengambil uang dari dana darurat, cobalah untuk mengisinya kembali sesegera mungkin.