Sukses

Naik Daun di Tengah Pandemi, Aplikasi Zoom Harus Bersaing Ketat di Pasar China

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan secara daring melalui video konverensi menjadi sangat penting, seiring dengan dunia yang saat ini tengah beradaptasi dengan normal baru (new normal) imbas pandemi Covid-19. Hal ini dipilih karena video konverensi dinilai sebagai cara yang aman, nyaman, dan gratis untuk tetap terhubung untuk bisnis dan bersosialisasi.

Salah satu aplikasi konverensi daring yang saat ini menjadi primadona adalah Zoom, yang telah berhasil mengungguli produk dari perusahaan rival yang jauh lebih besar seperti Microsoft dan Google.

Bukan hanya itu, melansir dari laman BBC, Selasa (26/5/2020), saat ini Zoom tengah menghadapi tantangan besar dari beberapa perusahaan teknologi terbesar di China.

Pada September lalu, Beijing untuk sementara memblokir Zoom versi internasional, dan membiarkan pasar terbuka lebar untuk pemain lokal, termasuk DingTalk Alibaba dan VooV yang didukung Tencent.

Sejak saat itu, dua aplikasi konferensi video besar Tiongkok telah secara signifikan mengalami peningkatan pengguna dan jangkauan layanan mereka. DingTalk dari Alibaba sendiri mengaku telah diakses oleh lebih dari 10 juta bisnis dan organisasi, dan lebih dari 120 juta siswa di seluruh China.

Karena lebih banyak orang telah dipaksa untuk bekerja dari rumah, DingTalk telah melipatgandakan jumlah peserta yang dapat bergabung dalam pertemuan menjadi lebih dari 300 orang.

Pada April lalu, Alibaba meluncurkan aplikasi DingTalk versi global, yakni DingTalk Lite yang menjangkau seluruh pasar utamanya Asia, termasuk Jepang, Singapura dan Hong Kong.

2 dari 2 halaman

Aplikasi Lokal China

Dua minggu sebelumnya, raksasa permainan China, Tencent, juga membuat alat konferensi video yang menjangkau hingga luar negeri, yakni VooV.

Voov adalah versi internasional dari Tencent Meeting, yang diluncurkan pada Desember tahun lalu, dan saat ini tersedia di beberapa negara termasuk India, Jepang dan Singapura. VooV juga dapat menjangkau 300 peserta dalam satu kali pertemuan.

"Dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 baru di luar China, kami berharap dapat memberikan kemampuan kepada pengguna di negara-negara lain dan wilayah untuk bekerja dari jarak jauh. Saat kami bergerak maju, kami berencana untuk meluncurkan layanan di seluruh dunia, sesuai dengan peraturan setempat, " kata wakil presiden Tencent Cloud, Lori Wu.

Sementara Zoom mengalami pembatasan akses lebih lanjut di Tiongkok sejak awal bulan ini.

"Di Cina daratan, pendaftaran pengguna baru saat ini terbatas pada pelanggan perusahaan yang mendaftar melalui perwakilan penjualan resmi. Pengguna gratis di China daratan dapat terus bergabung dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh pelanggan terdaftar," kata juru bicara perusahaan.

Menurut angka Zoom sendiri, sekarang memiliki 300 juta peserta rapat aktif harian, meskipun tidak mempublikasikan angka pada pengguna harian atau pengguna terdaftar.