Sukses

OVO Jadi Payment Channel yang Banyak Dipilih Peserta Kartu Prakerja

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan bahwa sebagian besar dari peserta Kartu Prakerja memilih OVO sebagai payment channel atau untuk menerima dana insentif.

“Memang sekarang sudah batch ketiga, kami sudah melaksanakan mengeluarkan dana sejak tanggal 6, 12, dan 13 Mei. Memang masih baru sekali, karena kemarin baru pendaftaran mereka mengikuti pelatihan, nah dana insentif baru dilakukan dalam tiga tahap dimulai dari tanggal 6 Mei kemarin dan akan terus bertambah,” kata Karaniya dalam OVO Journalists Virtual Gathering, Kamis (14/5/2020).

Karaniya menambahkan, bahwa penggunaan platform digital untuk penyaluran dana insentif kartu prakerja sangat bagus, daripada penyaluran offline. Karena apabila online tidak akan terjadi penyalahgunaan atau penyelewengan yang dilakukan oleh pihak lain.

“Saya kira program ini bagus sekali, OVO juga selain mendukung misi yang sangat mulia, karena program Kartu Prakerja ini program kampanye presiden Jokowi, kemudian di era covid ini juga dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dengan salah satunya menyalurkan dana insentif,” ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menggunakan platform teknologi digital, untuk pertama kalinya Indonesia dalam sejarah untuk mendistribusikan bantuan sosial dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Di mana saya kira ini adalah suatu hal yang penting untuk disosialisasikan bahwa dengan adanya pemanfaatan platform teknologi ini memotong intermiditate problem yang selama ini selau menghantui program-program bansos sebelumnya yang dilaksanakan secara offline, misalnya namanya dicatut, kemudian dananya disunat dan lain sebagainya,” jelasnya.

 

2 dari 2 halaman

Kendala

Oleh karena itu, ia menilai terobosan ini harus disambut baik dan perlu didukung bersama. Meskipun, tentunya masalah selalu ada, tapi dirinya mengaku pihaknya selalu melakukan double checking data penerima dana insentif agar sesuai dari data yang diperoleh OVO dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Ada kendala-kendala yang saya kira ujung pangkalnya dari bagaimana kita terus membenahi data kependudukan kita. sekarang sudah ada dukcapil yang membantu. Kami juga di OVO dalam membantu kartu prakerja ini selalu mengecek data dari mereka yang sudah dinyatakan berhak menerima dana insentif kartu prakerja,” ungkapnya.

Kendati begitu pihaknya terus melakukan kerjasama dengan lembaga terkait agar data peserta kartu prakerja sama dengan data dari Dukcapil. Ia pun menyarankan supaya datanya harus diperbaiki.

“Memperlihatkan teknologi digital memiliki peluang yang sangat baik. Kami sebagai mitra pembayaran melakukan double checking. Kami memang memberikan sumbangan baik berupa engenier ada sekitar 6 orang yang memang sejak awal ikut menyumbang tanpa pamrih yang kami bantukan untuk memanintance kartu prakerja ini,” pungkasnya.