Sukses

Rumah Sakit BUMN Telah Rawat 2.000 Pasien Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN) mengaku terus meningkatkan perannya dalam penanganan virus corona (Covid-19). Salah satunya, saat ini tengah dibangun RS darurat corona di lapangan bola Simprug. Lapangan ini milik PT Pertamina (Persero).

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan dibangunnya RS darurat corona lagi ini nantinya akan menambah kapasitas RS BUMN yang menangani corona.

"Saat ini total pasien covid-19 yang sudah dirawat di rumah sakit BUMN ada sekitar 2.000 pasien, di mana rata-rata yang dirawat inap antara 400-500 pasien, dengan jumlah penambahan pasien antara 50-60 pasien per hari," kata Budi Gunadi dalam rapat Gabungan bersama Komisi VII DPR RI bersama Komisi Vl DPR RI dan Komisi IX DPR RI, Selasa (5/5/2020).

RS darurat corona di Simpurg ini nantinya memiliki kapasitas 300 kamar. Dijadwalkan pembangunan RS ini akan selesai minggu depan.

“Kami juga sedang membangun 300 kamar lagi di Pertamina Simprug yang sekarang sedang dalam tahap minggu pertama, insyallah minggu depan sudah bisa selesai sehingga akan menambah 300 kamar lagi dari 2300 kamar Rumah sakit sebelumnya,” tambah dia.

Sebelumnya, ia mengatakan di Kementerian BUMN juga sudah membangun rumah sakit khusus Di Rumah sakit Pertamina Jaya yang memiliki total 165 kamar khusus covid-19 dan sudah diselesaikan dalam waktu 2 minggu.

 

2 dari 2 halaman

Alat Pengujian

Lanjut Gunadi, Selain fasilitas Rumah sakit, BUMN juga sudah mempersiapkan seluruh Rumah sakit BUMN dengan alat uji yang memenuhi standar emas WHO, yakni alat Polymerase Chain Reaction (PCR), dan sudah mendistribusikan 19 alat PCR ke rumah sakit-rumah sakit BUMN mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan papua.

“Sekarang sedang dalam tahap instalasi dan juga pelatihan dari analis-analis untuk menjalankan alat-alat tersebut,” ujarnya.

Sementara, bagi BUMN-BUMN di bawah binaan Kementerian BUMN juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) untuk bisa membangun kemampuan di dalam negeri untuk reagen-reagen atau bahan baku untuk tes PCR di dalam negeri, yang diharapkan bulan ini pihaknya sudah bisa mulai memproduksi PCR di dalam negeri.