Sukses

Jelang Ramadan, Harga Bawang Merah Melonjak hingga Rp 52 Ribu per Kg

Liputan6.com, Jakarta Menjelang bulan suci Ramadan harga bawang merah di pasar tradisional DKI Jakarta melonjak naik hingga Rp. 52.000 per kilogram. Lonjakan harga bawang merah terjadi akibat berkurangnya pasokan sejak Jumat kemarin.

"Betul memang bawang merah lagi tinggi, sekarang dibanderol Rp. 52 ribu per kilogram," kata Ketua Umum, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, kepada Merdeka.com Rabu (15/4/2020).

Abdullah berujar bahwa lonjakan harga jual bawang merah di pasar tradisional ibu kota disebabkan oleh kelangkaan stok bawang akibat sejumlah daerah sentra penghasil bawang merah mengalami penurunan produksi. Walhasil salah satu bumbu dapur favorit tersebut mengalami lonjakan harga hampir dua kali lipat lebih tinggi, dibandingkan ayam potong yang di jual Rp. 27.000.

Pemerintah pun dianggap lalai dalam mengantisipasi lonjakan harga bawang merah menjelang bulan puasa. Khususnya dalam pemetaan wilayah penghasil bawang bawang dan pemetaan distribusi bawang berdasarkan tingkat konsumsi masyarakat.

"Padahal panen (bawang merah) saat ini di sejumlah sentra tidak banyak, seperti di Cirebon, Brebes, Nganjuk, Sulawesi Selatan, Enrekang, dan Lampung," tegas dia.

Ke depan pemerintah diharapkan lebih tanggap dalam mengantisipasi lonjakan sejumlah harga pangan menjelang bulan Ramadan. Sebab kenaikan harga tidak hanya terjadi saat ini, bahkan bawang bombay, bawang putih, gula pasir dan sejumlah rempah ikut terkerek naik di awal tahun 2020.

"Harusnya belajar dari pengalaman, pemerintah harus lebih tanggap," kesalnya.

Untuk diketahui, dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, bawang merah ukuran sedang dibanderol hingga Rp 58.000 per kilogram di pasar tradisional DKI Jakarta.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Produksi Cukup

Sementara itu, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Risfaheri, mengungkapkan bahwa produksi bawang merah cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Kendati begitu, diakuinya bahwa daerah penghasil utama bawang merah yakni kota Cirebon dan Brebes memang sedang tidak panen. Beruntung wilayah sentra lainnya seperti Demak, Enrekang dan Sulawesi Selatan tengah panen raya bawang merah, bahkan di Demak bawang merah hanya dibanderol Rp.27.000 per kilogram.

"Jika pasokan tidak cukup dan harga masih tinggi (DKI Jakarta) bisa didatangkan dari Enrekang dengan kapal laut," terangnya.

Sumber: Sulaeman

Merdeka.com