Sukses

Kembali Terbakar, IHSG Ditutup Melemah ke 4.456,74

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa pekan ini. Pada perdagangan hari ini BEI sempat menghentikan perdagangan sementara.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (17/3/2020), IHSG ditutup terperosok 233,90 poin atau 4,99 persen ke posisi 4.456,74,35. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 6,60 persen ke posisi 683,65.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.698,04 dan terendah 4.447,95.

Sebanyak 357 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 68 saham menguat dan 91 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 390.374 kali dengan volume perdagangan 5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,7 triliun.

Investor asing jual saham Rp 800 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.170.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semuanya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang melemah 5,90 persen. Disusul sektor infrastruktur anjlok 5,87 persen dan sektor manufaktur yang turun 5,70 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG terperosok diantaranya PNLF yang turun 7 persen ke Rp 186 per lembar saham, BJTM melemah 7 persen ke Rp 452 per lembar saham dan XPSG turun 6,99 persen ke Rp 359 per lembar saham.

Saham yang menguat antara lain APEX naik 25,93 persen ke Rp 170 per saham, ARKA naik 25 persen ke Rp 1.775 per saham dan PNSE naik 24,60 persen ke Rp 466 per saham.

 

2 dari 3 halaman

BEI Hentikan Perdagangan Saham

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan saham (trading halt) pada sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 17 Maret 2020 pukul 15.02.44 waktu JATS.

Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo menginformasikan, trading halt yang terjadi sore ini dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5 persen.

"Posisi IHSG -5.00 persen. Total value transaksi Rp 5,4 triliun," kata Laksono, Selasa (17/3/2020).

Laksono menyampaikan, perdagangan saham akan kembali dilanjutkan pukul 15:32:44 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

"Perdagangan akan dibuka kembali pukul 15.32.44 (waktu JATS)," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Tak Perlu ke Luar Rumah, Beli BBM dan LPG Bisa Pesan Antar
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Wajibkan Pemda Anggarkan Belanja Penanganan Virus Corona