Sukses

4 Perusahaan Melantai Perdana di BEI Sepekan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak empat perusahaan melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini. 

Mengawali pekan atau pada Senin 9 Maret, saham PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) mulai dicatatkan di Papan Pengembangan BEI sebagai perusahaan tercatat ke-15 dan ke-16 pada tahun 2020.

ESTA bergerak pada sektor Trade, Services & Investment, subsektor Tourism, Restaurant and Hotel bidang usaha utama Perhotelan Bintang 2, Penyewaan Ruko, Penyewaan Mobil Penumpang dan Perdagangan.

Sedangkan BESS bergerak pada sektor Infrastructure, Utilities and Transportation, subsektor Transportation dengan bidang usaha utama Transportasi Perairan Laut dan Sungai di Indonesia Untuk Jasa Transportasi Batu bara.

"Kemudian pada Jumat 13 Maret, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) dan PT Makmur Berkah Amanda Tbk. (AMAN) mulai tercatat di BEI," jelas Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2020). 

CARE dan AMAN menjadi Perusahaan Tercatat ke-17 dan ke-18 di BEI pada tahun 2020. CARE bergerak pada sektor Trade, Services & Investment dan bergerak di bidang jasa konsultasi Manajemen dan melakukan investasi pada entitas anak.

Untuk AMAN bergerak pada sektor Property, Real Estate and Buliding Construction dan bergerak di bidang pembangunan kawasan industri dan jasa kawasan industri serta investasi pada entitas anak yang bergerak di bidang perhotelan.

Selain itu pada Pada Rabu, Obligasi Berkelanjutan I Tunas Baru Lampung Tahap II Tahun 2020 yang diterbitkan oleh PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 500 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Fitch Rating Indonesia (Fitch) untuk Obligasi adalah A(idn) (Single A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 12 Emisi dari 10 Emiten senilai Rp14,17 Triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 430 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 447,00 triliun dan USD 47,5 juta, diterbitkan oleh 118 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp 2.829,34 triliun dan USD 400 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp 10,17 triliun.

 

2 dari 2 halaman

Data Perdagangan

Selama sepekan, rata-rata nilai transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 11,70 persen menjadi Rp 7.821 triliun dari Rp 7.002 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian, kenaikan juga dialami oleh rata-rata volume transaksi sebesar 7,34 persen menjadi 6.330 miliar unit saham dari 5.897 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 10,75 persen menjadi posisi 4.907,571 dari 5.498,540 pada pekan yang lalu.

Selanjutnya, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan mengalami perubahan sebesar 10,68 persen menjadi Rp 5.678,279 triliun dari Rp 6.356,910 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 2,05 persen sebesar 472.770 ribu kali transaksi dari 482.673 ribu kali transaksi pada penutupan perdagangan minggu lalu. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Corona, Batas Waktu Pelaporan SPT Pajak Pribadi Mundur hingga 30 April 2020
Artikel Selanjutnya
Lewat Koperasi, Nilai Ekonomis Sagu di Riau Bakal Meningkat