Sukses

Kembali Tumbang, IHSG Dibuka Anjlok ke 4.677,76

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh pada perdagangan Kamis ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.454.

Pada prapembukaan perdagangan saham, Jumat (13/3/2020), IHSG stabil di posisi 5.4895,74. Sedangkan pada pembukaan pukul 09.00, IHSG langsung terjun bebas dengan turun 218,06 poin atau 4,43 persen ke posisi 4.677,76.

Adapun indeks saham LQ45 turun 6,63 persen ke posisi 718,31. Seluruh indeks saham acuan berada di zona merah.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.894,67 dan terendah 4.669,20. Sebanyak 221 saham melemah, kemudian 13 saham menguat dan 45 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 13.509 kali dengan volume perdagangan 481 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 415 miliar.

Investor asing beli bersih saham Rp 15 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.795.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. pelemahan dipimpin sektor industri dasar yang turun 5,94 persen. Disusul sektor infrastruktur yang terjun 5,88 persen dan sektor aneka industri melemah 5,69 persen.

Saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG terjun diantaranya ISAT yang turun 7 persen ke Rp 1.585 per lembar saham, INCO melemah 6,99 persen ke Rp 1.795 per lembar saham dan RALS turun 6,99 persen ke Rp 665 per lembar saham.

Saham yang menguat antara lain BACA naik 25 persen ke Rp 500 per saham, CARE naik 14,56 persen ke Rp 118 per saham dan AKSI naik 8,84 persen ke Rp 268 per saham.

2 dari 2 halaman

Penutupan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Pada perdagangan hari ini IHSG terus berada di zona merah bahkan makin anjlok.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (12/3/2020), IHSG ditutup terperosok 258,35 poin atau 5,01 persen ke posisi 4.895,74. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 6,12 persen ke posisi 769,64.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.040,98 dan terendah 4.895,74. 

Sebanyak 398 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 39 saham menguat dan 80 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 415.717 kali dengan volume perdagangan 5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 346,78 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.522.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semuanya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang melemah 8,48 persen. Disusul sektor perkebunan anjlok 5,71 persen dan sektor pertambangan yang turun 5,60 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG terperosok diantaranya WIKA yang turun 18,21 persen ke Rp 1.145 per lembar saham, WSKT melemah 16,23 persen ke Rp 645 per lembar saham dan ERAA turun 14,86 persen ke Rp 1.260 per lembar saham.

Saham yang menguat antara lain MTSM naik 26,57 persen ke Rp 181 per saham, PNSE naik 24,67 persen ke Rp 374 per saham dan GHON naik 23,08 persen ke Rp 1.440 per saham.