Sukses

43 Tahun Tak Aktif, Stasiun Pulau Air Padang Kembali Beroperasi

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat menyelesaikan reaktivasi jalur kereta api dari Padang ke Pulau Air dengan jalur kurang lebih 2,7 kmsp.

Adapun sebelum beroperasi terdapat serangkaian pengujian oleh Balai Pengujian Perkeretaapian. Selain itu juga perlu dilaksanakan safety assesment oleh Direktorat Keselamatan Perkeretaapian.

"Pengujian dan safety assesement ini sesuai dengan regulasi yang ada dan juga agar saat beroperasi nanti keamanan parasarana dan sarana bisa terjaga", ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Barat, Suranto, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Senin (09/03/2020).

Adapun, lingkup kegiatan reaktivasi ini antara lain adalah penggantian rel 33 dengan rel 54 dan sterilisasi jalur KA di Km 0+000 s/d 2+950 km termasuk spoor 1 di emplasement Stasiun Padang, pembangunan Stasiun Tarandam dan fasilitas pendukungnya, peningkatan jembatan BH 36 Km 1+793 bentang 15 M antara Stasiun Padang - Stasiun Pulo Air dan pembangunan/pemugaran Stasiun Pulo Air yang merupakan cagar budaya.

Dengan beroperasinya jalur ini, potensi wisata di daerah sekitar antara lain Kota tua, Jembatan Siti Nurbaya, dan lainnya akan lebih mudah diakses.

"Potensi Wisata di daerah sekitar Pulau Air sangat banyak. Juga jarak ke pelabuhan tempat kapal yang akan menyeberang ke wisata pulau Mentawai dekat. Jadi wisatawan dari Bandara BIM naik kereta sampai ke Stasiun Pulau Air lanjut ke pelabuhan", pungkas Suranto.

Ke depannya, kereta api Perintis Minangkabau Ekspres akan melayani penumpang sampai ke stasiun Pulau Air mulai tanggal 12 Maret 2020. Sebagai bentuk sosialisasi dan menumbuhkan minat masyarakat untuk menggunakan kereta api, pemerintah menggratiskan lintas pelayanan Bandara - Padang - Pulau Air selama 10 hari yakni dari tanggal 12 sampai dengan 22 Maret.

Selanjutnya mulai tanggal 23 Maret 2020 tarif kembali normal menjadi Rp 5.000 bagi penumpang reguler (tidak perjalanan dari/ke bandara) dan Rp 10.000 bagi yang melakukan perjalanan dari/ke bandara.

2 dari 4 halaman

Jalur Kereta Cianjur-Ciranjang Kembali Beroperasi Hari Ini

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Barat telah merampungkan reaktivasi jalur kereta api lintas Cianjur–Ciranjang yang lama tak dioperasikan.

Jalur lintas ini telah siap dioperasikan Selasa ini (30/7/2019), yang ditandai dengan dilakukan pendinasan atau perjalanan pertama KA Siliwangi yang diperpanjang sampai ke Stasiun Ciranjang.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Danto Ristyawan menyatakan, berdasarkan analisis V/C ratio jalan raya pada jalur Cianjur sampai dengan Bandung saat ini, terdapat beberapa titik kemacetan yang mengakibatkan lamanya waktu tempuh kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung maupun arah sebaliknya.

"Oleh sebab itu, Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian berkomitmen untuk memberikan alternatif solusi permasalahan kemacetan transportasi yang ada di wilayah Jawa Barat, terutama dengan melakukan reaktivasi jalur kereta api antara Cianjur–Ciranjang ini," tuturnya saat peresmian di Stasiun Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (30/7/2019).

Sebagai informasi, pada rentang waktu 2016-2017, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Barat telah melakukan kegiatan Peningkatan Jalur KA R. 33 menjadi rel R.54, termasuk normalisasi badan jalan dari Sukabumi sampai dengan Gandasoli yang saat ini sudah dioperasikan.

Kegiatan dilanjutkan pada 2018 dengan program Peningkatan Jalur KA R. 33 menjadi rel R.54, termasuk normalisasi badan jalan pada Km 95+000–Km.110+000 antara Cianjur-Ciranjang dalam kurun waktu 7 bulan, dan berakhir pada Desember 2018 sepanjang kurang lebih 15 km.

Saat ini, KA Siliwangi bertindak selaku kereta yang melayani rute lintas ini dengan frekuensi perjalanan sebanyak tiga kali per hari, dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Ciranjang pukul 08.20 WIB, 13.40 WIB, dan 18.50 WIB. Sementara dari Stasiun Sukabumi berangkat pukul 05.45 WIB, 10.55 WIB, dan 16.15 WIB.

Tarif yang berlaku masih sama dengan tarif sebelumnya, yakni sebesar Rp 3.000 untuk rute Sukabumi-Cianjur dengan lintas layanan akhir sampai ke Stasiun Ciranjang.

Lebih lanjut, Danto menginformasikan, dengan selesainya kegiatan ini, kecepatan operasi kereta api bakal meningkat dari awalnya 40 km per jam dengan waktu tempuh 28 menit menjadi 60 km per jam dengan waktu tempuh hanya 15 menit.

"Program reaktivasi jalur kereta api ini secara bertahap akan berlanjut, sehingga jalur kereta api antara Cianjur sampai dengan Padalarang (Kabupaten Bandung) dapat segera terhubung," pungkas dia. 

3 dari 4 halaman

Reaktivasi 4 Jalur Kereta di Jabar, Cibatu-Garut Paling Pesat

Reaktivasi atau membuka kembali empat jalur kereta api di Jawa Barat yang dicanangkan pemerintah pusat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada akhir tahun lalu, mengalami progres yang berbeda-beda.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengaku proses reaktivasi empat jalur yakni Cibatu-Garut, Rancaekek-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran dan Bandung-Ciwidey harus ditempuh secara perlahan.   

"Masing-masing punya tahapan, ada yang pemetaan, survei dan perhitungan," kata Edi ditemui usai menghadiri peresmian lokomotif ber-AC di Stasiun Bandung, Sabtu (6/4/2019).

Edi mengatakan, tak sedikit jalur yang akan dibuka kembali itu kondisinya sudah rusak. Selain itu, sebagian rel dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti berada di lahan pertanian, pemukiman dan lainnya.

Sehingga, kata dia, perlu sosialisi yang aktif dengan masyarakat untuk kembali membuka jalur tersebut.

"Jadi ini masih dalam perjalanan, mudah-mudahan terus mengalami perkembangan," ujarnya. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: