Sukses

Masayoshi Son hingga Tony Blair Jadi Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menunjuk tiga tokoh besar sebagai dewan pengarah pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Mereka adalah Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) , Masayoshi Son dan Tony Blair.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pembicaraan dewan pengarah ini sudah dilakukan jauh hari. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah bertemu dengan ketiga tokoh asing tersebut.

"Sudah ketemu sama Presiden dan prosesnya itu sudah lama," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Untuk diketahui, Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) merupakan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA). Presiden Joko Widodo telah menunjuknya sebagai Ketua Dewan Pengarah. MBZ memiliki dua anggota yakni Masayoshi Son dan Tony Blair.

Masayoshi Son merupakan pendiri SoftBank dan Chief Executive Officer dari SoftBank Mobile. Dia adalah salah satu orang terkaya di Jepang.

Sementara Tony Blair adalah Perdana Menteri Inggris periode 1997-2007. Tony pernah ditugaskan sebagai L utusan Timur Tengah untuk PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia. Kala itu, salah satu tugas utamanya menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Luhut menyebut selain mengatur pendanaan pembangunan ibukota baru, para dewan pengarah ini juga bertugas untuk mempromosikan Indonesia. Sosok MBZ dan Masayoshi juga dianggap berpengaruh.

"Nanti kita bikin sovereign wealth fund, itu orang melihat bangun kepercayaan," ujar Luhut.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Jokowi Minta Putra Mahkota Abu Dhabi Jadi Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed Bin Zayed pada minggu kemarin. pertemuan tersebut digelar di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana sebesar USD 22,8 miliar atau kurang lebih Rp ‭312,36 triliun (estimasi kurs 13.700 per dolar AS) untuk berinvestasi di Indonesia.

Salah satu proyek yang akan mendapat investasi dari Uni Emirat Arab adalah pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Bahkan Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu," jelas dia dikutip dari laman Setkab, Senin (13/1/2020).

Selain itu, menurut Luhut, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh. “Aceh itu mereka sangat masuk ingin masuk properti. Nah, minggu depan kami akan tadi apa perintah Presiden, Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ untuk bicara ini karena mereka ada beberapa persyaratan itu mereka masuk,” ungkapnya.

Rencana tersebut sempat diungkapkan juga oleh adik Putra Mahkota UEA, yaitu Sheikh Hamid. Alasannya Sheikh Hamid masuk di Aceh karena jarak terbang dari Abu Dhabi itu hanya kira-kira 5 jam lebih.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Gibran Maju Calon Wali Kota Solo, OSO Anggap Bukan Dinasti Politik
Artikel Selanjutnya
OSO: Para Pencipta Riak-Riak Politik Sudah Hengkang dari Partai Hanura