Sukses

Profil Bambang Brodjonegoro, dari Urusi Ibu Kota Baru ke Teknologi

Liputan6.com, Jakarta - Bambang Brodjonegoro masuk dalam bursa Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan Presdien Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (23/10/2019) ini. 

Bila sebelumnya menduduki jabatan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas kini dia ditempatkan sebagai Menristek dan Badan Riset.

Darah menteri memang mengalir di nadi Bambang Brodjonegoro. Ia merupakan putra dari Soemantri Brodjonegoro, yang pernah menjadi Menteri Pertambangan serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Orde Baru.

Pria dengan nama lengkap Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro ini pernah menduduki berbagai posisi di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia.

Sebelumnya, ia juga menduduki posisi Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Kerja dan Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Ia menyelesaikan pendidikan formal tingkat Strata 1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia pada 1990. Konsentrasi bidang studi yang ditekuni adalah Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Regional.

Setahun berikutnya, Brodjonegoro melanjutkan pendidikan formal tingkat magister (1991-1993) pada University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat, sekaligus melanjutkan program doktoral di universitas yang sama hingga 1995.

Banyak kebijakan stategis yang berada di bawah kewenangannya. Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan, Bambang mengolkan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak. Saat menjabat sebagai Menteri PPN ia menggawangi rencana pemindahan ibu kota.

 

2 dari 2 halaman

Profil Arifin Tasrif, Dubes Jepang yang akan Urusi Tambang dan Migas

Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Arifin Tasrif, ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dia akan melengkapi jajaran Kabinet Indonesia Maju.

Arifin merupakan kelahiran Minangkabau. Dia menyelesaikan pendidikan sarjana dari Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Kimia pada tahun 1972.

Pada tahun 2011, dia menerima Honorary Fellowship Award dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organization), atas kontribusinya dalam dunia keprofesian sebagai insinyur di Indonesia dan regional ASEAN.

Adapun Arifin merupakan mantan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) sebelum digantikan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengangkat Arifin Tasrif menjadi Dirut BUMN pada tahun 2010. Kemudian diangkat menjadi Dubes Jepang pada Juni 2017. Ia merangkap jabatan itu sebagai Dubes Federasi Mikronesia.

Selama Arifin Tasrif menjabat sebagai Dubes Jepang, koordinasi ekonomi antara Indonesia dan Jepang terus berjalan dengan baik. Yang terbaru, Jepang ikut berpartisipasi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) dan berhasl meraup USD 259 juta.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), semasa pimpinan Arifin, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang juga mengawal kerja sama di sektor perkeretaapian dan perikanan.

KBRI Tokyo era Arifin Tasrif terus mendorong tenaga migran Indonesia agar bekerja di Jepang. Profesi perawat menjadi salah satu yang terfavorit di Jepang dan gajinya pun mencapai Rp 20 juta per bulan.

Arifin Tasrif pun turut menggelar audiensi dengan PPI Jepang untuk mendengar keluhan mahasiswa, seperti terkait paspor, membantu wirausaha, serta berupaya agar jangkauan LPDP di Jepang makin luas.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Menteri Bambang: Indonesia Bisa Punya 7 Unicorn di 2020
Artikel Selanjutnya
Penggunaan Nuklir Bisa Tingkatkan Ekspor Indonesia, Kok Bisa?