Sukses

Pengusaha Hotel Siapkan Posko untuk Karyawan Korban Kabut Asap

Liputan6.com, Jakarta Pengusaha ikut berinisiatif untuk meredam dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengusaha bersama-sama sepakat untuk menyiapkan setidaknya beberapa kamar hotel untuk menampung masyarakat yang terdampak.

"Iya kalau ada masyarakat yang mungkin keluarga baik itu karyawan ataupun apa yang terdampak dan itu bisa mengancam jiwanya kita sudah sampaikan kepada anggota untuk membantu mengevakuasi menyediakan kamar untuk mereka secara cuma-cuma," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (22/9/2019).

Nofrizal menjelskan langkah inisiatif tersebut sebagai bentuk komitmen internal asosiasi untuk membantu para karyawan atau anggotanya yang menjadi korban dari karhutala.

Mengingat sejauh ini, seluruh posko disediakan di Riau sendiri sudah tidak menampung. Pihaknya membuka ruang untuk beberapa kamar hotel sebagai posko.

"Tujuan untuk menjaga kesehatan dan menanggulangi dampak terburuk dari keluarga keluarga pada karyawan dan keluarga besar hotel," jelas dia.

Asal tahu saja, di Riau sendiri ada sekitar 500 hotel di bawah PHRI. Sedangkan di daerah Pekanbaru terdapat 200 hotel.

Seperti diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 211 titik panas di 9 kabupaten di Riau.

Dari jumlah itu, 150 di antaranya merupakan titik api akibat dari kebakaran hutan dan lahan.

Staf Analisa BMKG Pekanbaru Sanya Gautami mengatakan, titik panas paling banyak di Indragiri Hilir yakni 68 titik. Kemudian disusul Indragiri Hulu 45 titik

"Pelalawan 36 titik, Rokan hilir 25 titik, Kampar 12 titik, Bengkalis 9 titik, Dumai 6 titik, Kuansing 5 titik, dan Kepulauan Meranti 5 titik," katanya kepada merdeka.com.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Kabut Asap Turunkan Okupansi Hotel di Riau

Kabut asal yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan penurunan tingkat keterisian hotel atau okupansi di Riau. Kejadian hampir selama sebulan ini menyebabkan penurunan sebesar 25 persen.

"Dampaknya penuruan okupasi 20 persen sampai 25 persen. Orang ke Pekanbaru kan pasti berkurang orang lebih banyak aktivitas di rumah. Secara global semua sektor terpengaruh asap," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (22/9/2019).

Kendati begitu, secara kerugian pihaknya masih belum bisa menghitung secara keseluruhan. Mengingat di Riau sendiri ada sekitar 500 hotel, sedangkan di daerah Pekanbaru terdapat 200 hotel.

"Belum. Tapi kalau kita hitung-hitung sendiri ada. Yang jelas ini dampaknya luar biasa tidak hanya usaha tapi juga untuk manusia," imbuh dia

Dirinya pun meminta kepada Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk segera bertindak dan menangani karhutala. Apalagi, pemerintah sendiri tengah mendorong upaya dalam mendorong sektor pariwisata.

"Harapan kita kepada pemerintah baik pemerintah pusat dan daerah lebih berimpati kepada kita. Karena kita sibuk sibuk tentang pariwisata tapi ketika ada musibah seperti ini menjadi diam termasuk Kementerian Pariwisata yang punya peran penting di sini," tandasnya.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Loading
Artikel Selanjutnya
76 Persen Karhutla pada 2019 Terjadi di Lahan Terlantar
Artikel Selanjutnya
Mendagri Minta Pemda Anggarkan Dana untuk Pencegahan Karhutla