Sukses

LIPI Bakal Kembangkan 10 Kapal Riset Nasional

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berencana akan mengembangkan kapal riset nasional untuk kebutuhan konsorsium riset samudera. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap sektor laut di Tanah Air.

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengatakan, kapal riset nasional saat ini sudah mendapatkan persetujuan dan akan mengelola sebanyak 10-12 kapal. Pilot project ini nantinya akan difokuskan untuk eksplorasi seluruh area kelautan Indonesia.

"Jadi Indonesia udah punya kapal riset cukup banyak, tetapi itu tersebar di banyak K/L termasuk di KKP. Kapal riset itu umumnya hari layarnya terlalu pendek. Kita inginnya idealnya setiap kapal riset 300 hari layar minimal dalam setahun," kata diasaat ditemui di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (10/9).

Dia mengatakan selama ini, dari banyaknya kapal-kapal riset yang tersebar di Kementerian Lembaga belum mampu memetakan seluruh perairan Indonesia. Sehingga masih cukup sulit untuk menaruh sensor mitigasi bencana lantaran data perairannya belum lengkap.

Untuk itu, kata dia pelru adanya kapal riset nasional yang akan dikhususkan untuk melakukan riset samudra. Sehingga diaharapkan akan mampu bekerja secara maksimal.

Dari jumlah pengadaan sebanyak 10-12, untuk fase pertama akan dilakukan mulai tahun 2020 mendatang. Dalam fase pertama ini pihaknya melakukan dua pengadaan kapal riset nasional, sedangkan sisanya akan dilakukan di fase selanjutnya.

Sementara untuk anggaran pengadaan kapal riset nasional tahap petama akan menghabiskan USD 110 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk keseluruhan mulai dari instrumen dan peralatan riset.

"Pokoknya ada dua sumber dana, pertama dari kerja sama pemerintah dan badan usaha swasta. Kedua juga dari pinjaman luar negeri, tapi kita akan upayakan yang kerja sama dengan swasta, karena kita ingin kapal itu dikelola scara profesional, sesuai standar bisnis," tandas dia.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Menteri PANRB Bentuk Tim Penyelaras untuk Reorganisasi LIPI

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin memerintahkan, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko untuk membentuk tim penyelaras menyelesaikan polemik reorganisasi di tubuh Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) tersebut. 

"Tadi saya panggil Kepala LIPI, dan saya minta membentuk tim penyelaras untuk menyelaraskan seluruh langkah yang akan diambil oleh LIPI," ujar dia di Gedung Kemenpanrb, Senin (18/2/2019).

Dia menuturkan, tim penyelaras itu terdiri dari Kementerian PANRB, Kemenristekdikti, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan LIPI.  

"Jadi bukan LIPI sendiri yang menyelesaikan. Saya beri waktu satu minggu untuk menyelesaikan permasalahan terkait restrukturisasi," ujar dia.

Namun, pihaknya memastikan tidak akan menghilangkan atau memangkas posisi jabatan tertentu di tubuh LIPI. Ia memastikan tidak akan memberhentikan atau memecat siapapun terkait hal ini.

"Tidak ada penghilangan struktur yang ada hanya pergeseran jabatan. Ini hanya pengalihan fungsi yang tadinya jabatan struktural menjadi jabatan fungsional," kata dia.

"Jadi kita minta hentikan dulu sementara, sehingga tidak menimbulkan info atau opini yang simpang siur di masyarakat dan internal LIPI," kata dia menambahkan. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
LIPI Curiga Ada Agenda Tertentu dalam Revisi UU KPK
Artikel Selanjutnya
Peneliti LIPI: Revisi UU KPK Bentuk Kartel Politik di DPR