Sukses

PTPP Garap Pembangunan SPAM Regional Ir H Djuanda

Liputan6.com, Jakarta PT PP (Persero) Tbk (PTPP) melalui anak usahanya, PT PP Infrastruktur, melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama terkait pembangunan dan pengembangan SPAM Regional Ir H Djuanda. 

Direktur Utama PT PP Infrastruktur Didik Mardiyanto mengatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Konsorsium MMVP (Maynilad-MetropacVarsha-PT PP (Persero) Tbk-PT PP Infrastruktur), badan usaha investasi yang akan bertanggung jawab dalam pembangunan dan pengembangan SPAM Regional Ir H Djuanda dengan masa konsesi 30 tahun.

"Adapun bentuk kerjasama yang disepakati oleh Konsorsium MMVP dan Perum Jasa Tirta II adalah studi/analisa ketersediaan air baku di Waduk Jatiluhur sebagai tahapan fisibilty study SPAM Regional Ir H Djuanda," ujar dia di Jakarta, Senin (19/8/2019).

SPAM Regional Ir H Djuanda mengusung konsep KPBU Unsolicated (Prakarsa Badan Usaha) dengan lingkup investasi fisik end-to-end, kontrak berbasis kinerja untuk lingkup jaringan perpipaan dan pelayananpelanggan.

Nantinya, SPAM Regional Ir H Djuanda akan melayani 2,8 juta penduduk daerah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor dengan peningkatan cakupan layanan rata-rata dari 43 persen ke 55 persen serta menambah kapasitas pasokan air ke 5 PDAM yang sudah ada sebesar 26 ribu Lps.

2 dari 3 halaman

Pasok Air Bersih, KemenPUPR Bangun 3 SPAM di Jateng dan Yogya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) membangun Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) di beberapa daerah. Langkah ini ditempuh untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Menteri PU-PR Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah membangun SPAM Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantu) dengan sumber air baku berasal dari Sunga Progo.

"Sumber airnya satu namun dapat dimanfaatkan untuk beberapa kabupaten. Sumber air tidak dimiliki oleh satu kabupaten tertentu saja," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (23/9/2017).

Pembangunan SPAM Kartamantul sejalan dengan pembangunan dua SPAM regional lainnya di Jawa Tengah yakni SPAM Semanggi Kota Surakarta dan SPAM Keburejo (Kabupaten Kebumen dan Purwerojo). Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PU-PR mencapai target 100 persen tersedianya akses air bersih di tahun 2019.

Lebih lanjut, SPAM Kartamantul mulai dibangun pada tahun 2014 dan nantinya akan melayani 150 ribu jiwa. SPAM ini akan memiliki instalasi pengolahan air (IPA) 2x200 liter/detik, kolam penampungan (reservoir) 2x2.000m3 dan 1.000 m3, serta jaringan pipa mencapai 18,1 km dan 12 km.

Konstruksi SPAM Kartamantul dibagi menjadi dua tahap yakni Tahap I (2014-2015) dengan anggaran Rp 88 miliar. Pembangunannya dilanjutkan pada 2017-2018 dengan dana Rp 90 miliar. Saat ini progres fisiknya sebesar 69 persen.

Selanjutnya, SPAM Semanggi di Kota Surakarta mulai dibangun tahun 2016. Kapasitas air yang dihasilkan mencapai 300 liter/detik dan daya tampung reservoir sebesar 6.000 m3. Cakupan pelayanan air minum mencapai 24.000 SR atau setara 120.000 jiwa. Anggaran yang dibutuhkan membangun SPAM Semanggi mencapai Rp 54 miliar dan progres fisiknya sudah 43,08 persen. SPAM akan rampung 2018.

Sementara, SPAM Keburejo dibangun pada 2016 dengan anggaran sebesar Rp 78,8 miliar. Saat ini progres fisiknya 65,71 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2017. Panjang pipa jaringan distribusi utama yang dibangun mencapai panjang 11 km, dengan kapasitas 100 liter/detik, dan daya tampung reservoir sebesar 2.000 m3. SPAM Keburejo akan memberikan pelayanan air minum bagi 8.000 SR atau 40.000 jiwa.   

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Indonesia Jadi Negara Ketiga Penerima Panggilan Spam Terbanyak Dunia
Artikel Selanjutnya
Belum Ditahan, Anggota BPK Rizal Djalil Tantang KPK Bongkar Kasus SPAM