Sukses

Cara Hadapi Pertemanan yang Selalu Berfoya-foya

Liputan6.com, Jakarta - Ada yang bilang, lebih baik berutang daripada tidak, karena membuat hidup lebih bersemangat untuk bekerja. Setujukah Anda?

Hati-hati untuk tidak masuk ke gerbang yang bisa membawa Anda dalam kondisi keuangan minus, bahkan terpuruk. Anda pasti tak ingin kan seumur hidup dihabiskan untuk membayar cicilan kartu kredit atau bank?

Terlebih lagi jika utang itu untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif seperti untuk berfoya-foya karena berada di lingkungan dengan teman-teman yang hedon. Kalau utang tersebut sifatnya produktif, salah satunya untuk modal usaha, itu bisa dimaklumi.

Lebih baik untuk menahan hasrat membeli saat kondisi uang tidak mencukupi. Menahan keinginan sementara akan membantumu bahagia di masa depan. Abaikan lingkungan sosial yang terus menerus memberikan tekanan.

Bila Anda berada di lingkungan pertemanan yang hedon, selalulah ingat dengan hal-hal berikut ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Tanamkan pada Diri bahwa Tak Ada Kata Terlambat Atur Keuangan

Untuk bisa menikmati hidup, tak selamanya harus berhubungan dengan gaya hidup yang mahal. Ada beragam cara untuk bisa mensiasatinya.

Cobalah untuk lebih baisa menyelami arti aktivitas yang Anda lakukan. Misalnya saat menghabiskan waktu berkumpul bersama teman-teman, Anda tak harus mengiyakan setiap tawaran pergi ke bioskop atau jalan-jalan di mall yang akan lebih banyak menghabiskan uang.

Sesekali cobalah untuk melakukan kegiatan lari pagi bersama, bersepeda, atau olahraga ringan yang bisa Anda lakukan bersama teman-teman dengan biaya minim. Selain sehat, keseruan yang dirasakan juga pasti berbeda.

Untuk gaya hidup makan di luar, tak ada salahnya diganti dengan anjang sana sini di rumah teman secara bergiliran dengan kesepakatan membawa pot luck. Dijamin lebih seru dan akrab.     

Prioritaskan kebutuhan Anda pada hal-hal primer supaya bisa tetap berhemat dengan cara yang menyenangkan. Hemat itu tetap bisa menyenangkan.

2 dari 3 halaman

2. Realistislah Terhadap Utang

Cobalah lebih realistis menghadapi hidup. Tak perlu membohongi diri sendiri dengan berlagak melupakan utang yang sudah kamu sepakati untuk melunasinya.

Utang adalah kewajiban yang harus dibayar lebih dulu setiap kali Anda menerima pemasukan. Kencangkan ikat pinggang supaya Anda bisa prioritaskan untuk melunasi utang yang akan mengganggu kehidupan lebih lama. 

3. Hadapi Kenyataan dengan Lapang Dada

Apa yang Anda lakukan sekarang sangat menentukan apa yang dituai di masa depan. Cobalah untuk menanyakan pada diri sendiri tentang apa saja hal-hal dalam hidup yang Anda inginkan.

Hadapi kenyataan tentang posisi Anda saat ini. Dari mana Anda memulai, apa yang sudah kamu capai, dan apa yang masih menjadi impian Anda ke depan.

Coba ukur kemampuan finansial untuk bisa memetakan kondisi keuangan ke depan. Jangan sampai Anda memaksakan dri untuk hal-hal yang sebenarnya tak mampu untuk memenuhinya.

Sebagai contoh, misalkan dalam jangka waktu 1-2 tahun, Anda sudah bisa melunasi utang, tak ada salahnya untuk menentukan langkah berikutnya, yaitu menabung. Misalnya menabung untuk membeli rumah atau jalan-jalan ke luar negeri yang kamu impikan. Buat rencana yang matang.

3 dari 3 halaman

4. Mendekatlah dengan Lingkungan yang Suportif

Menjalani hari seorang diri saat ingin mengembalikan semangat ke titik teratas tentunya menjadi sangat berat. Tak ada salahnya untuk mencari lingkungan yang suportif sebagai penyemangat.

Teman-teman yang mendukung akan mempermudah langkah ketika kamu akan mengambil sebuah keputusan. Ataupun mengingatkan saat Anda salah langkah.

Tapi jangan tergantung dengan orang lain. Kamu tetap harus bisa mengendalikan diri sendiri dan berkomitmen pada apa yang sudah Anda rencanakan.

Jika sangat terpaksa tidak ada lingkungan yang mendukung Anda untuk berubah lebih baik dalam memperbaiki kondisi keuangan, pilihlah teman dengan gaya hidup sederhana.

Tegas dan Komitmen Jangka Panjang akan Berbuah Manis

Ketat pada diri sendiri untuk saat ini demi keluar dari titik terendah kondisi finansial tak ada salahnya. Setelahnya, tetaplah tegas pada diri sendiri dan berkomitmen jangka panjang supaya kondisimu stabil.

Komitmen jangka panjang akan membantumu terbiasa memiliki kebiasaan baik. Jadi, tidak hanya saat masa sulit saja Anda berkomitmen kuat, tapi saat masa itu lewat pun, Anda akan membiasakannya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Begini Cara Ajarkan Kedisiplinan Sejak Dini
Artikel Selanjutnya
Biar Semangat, Begini Cara Mudah Usir Rasa Malas