Sukses

Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Mentan Klaim Produksi Masih Aman

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan harga cabai di beberapa wilayah di Indonesia semakin tajam. Jika sebelumnya cabai bisa dijangkau di angka Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram, maka kali ini, masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp 100 ribu per kilogram.

Berbagai faktor disinyalir menjadi penyebab meroketnya harga komoditas ini, namun Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim produksi cabai masih aman.

"Produksi cabai aman, yang penting terpenuhi," ujar Amran singkat kepada Liputan6.com di Palangka Raya, Kamis (18/7/2019).

Sebelumnya, dalam beberapa pantauan pasar Liputan6.com dilaporkan kenaikan cabai yang drastis membuat pedagang dan pembeli terkejut, terutama bagi pemilik warung makan.

Beberapa pedagang mengeluhkan sepinya pembeli, namun sisanya yakin harga akan kembali normal ketika musim panen raya tiba. Sementara, pembeli kini beralih ke cabai kering sebagai alternatif pengganti cabai merah segar.

2 dari 4 halaman

Harga Cabai Meroket di Pasar Tradisional, Kok Bisa?

Harga cabai rawit kembali meroket di pasar tradisional di ibu kota Jakarta. Bila sebelumnya harga cabai masih di kisaran Rp 40 ribu, sekarang sudah menembus Rp 70 ribu per kilogram (kg).

"(Harga) cabai masih tinggi, pasokannya kurang. Kurang pasokannya jadinya begini harganya," jelas Sofyan (39) kepada Liputan6.com, Senin (8/7/2019) di Pasar Tomang Barat, Jakarta Barat.

Harga cabai rawit merah di lapaknya adalah Rp 70 ribu per kg, sama dengan harga cabai keriting merah. Sementara, harga cabai keriting hijau dan rawit hijau lebih murah.

"Cabai hijau keriting Rp 36 ribu per kg. Rawit hijau Rp 55 ribu per kg agak mendingan enggak terlalu mahal," jelasnya.

Meski ada pembeli yang jadi enggan membeli cabai, Sofyan mengaku tak bisa menurunkan harga, sebab itu akan menyulitkannya untuk belanja cabai dari pemasok.

"Entar kalau jual murah, entar enggak bisa belanja. Berat juga (bagi pembeli) kalau mahal. Enak mah kalau murah-murah, stabil," ucapnya.

Penjual lain, Partini (36), menjual cabai rawit merah dan hijau dengan kisaran harga sama, yakni Rp 70 ribu per kg. Cabai merah keriting dijual sedikit lebih mahal yakni Rp 80 ribu per kg.

Ia berkata pelanggan tetap membeli dengan porsi lebih kecil. "Tetap dibeli, cuman dikurangin doang. Jual setengab kilo atau seperempat, beli se-ons juga boleh," ujarnya.  

3 dari 4 halaman

Sayur Mayur Juga Tinggi

Sofyan menjual bawang merah dan putih seharha Rp 35 ribu per kg. Sementara bawang putih kating dijual seharga Rp 40 ribu.

Harga komoditas sayur mayur juga masih relatif tinggi, yakni tomat srharha Rp 17 ribu per kg, harga kentang Rp 16 ribu per kg, dan harga timun masih di atas Rp 10 ribu per kg dari biasanya Rp 7.000.

Partini menjual bawang merah dan bawang putih di kisaran Rp 38 ribu per kg, dan bawang kating seharga Rp 45 ribu per kg. Ia pun turut mengungkapkan harga sayur mayur sedang naik.

Harga wortel Rp 16 ribu per kg, naik dari biasanya Rp 12 ribu per kg. Tomat harganya Rp 18 ribu per kg, naik dari biasanya Rp 12 ribu per kg. Timun yang biasanya Rp 8 ribu per kg juga menjadi Rp 12 ribu per kg.

"Harapannya agar turun, kalau murah kan yang jualnya enak, kalau mahal kan repot, nombokinterus," ujar Partini.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mentan Copot Pejabat yang Terlibat Suap Impor Bawang Putih
Artikel Selanjutnya
Mentan: Pemerintah Siap Hadapi Musim Kemarau Panjang