Sukses

Bangun Jalan di Labuan Bajo, Pemerintah Siapkan Rp 50 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk membangun ruas jalan Lintas Utara guna mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengatakan, anggaran sebesar itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. "Anggaran sebesar Rp 50 miliar itu diambil dari APBN 2019 yang mana tujuannya untuk mendukung pariwisata di daerah Labuan Bajo," katanya dikutip dari Antara, Senin (24/6/2019).

Ia mengatakan bahwa dengan terus adanya pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo membuktikan perhatian pemerintah pusat untuk kawasan pariwisata yang lebih baik lagi di daerah tersebut.

Ruas jalan yang dibuka tersebut akan menghubungkan Labuan Bajo dengan Reo Kabupaten Manggarai. "Ruas jalan yang dikerjakan pada tahun ini sepanjang 17,5 kilometer," ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa pada 2018 pekerjaan ruas jalan lintas utara dimulai dari bukit Sylvia sampai ke Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) Rangko dengan paket pekerjaan berupa Hot Rolled Sheet (HRS).

Kemudian dari PLTMG Rangko sampai ke Los Cemba. Sedangkan 2019 terdiri dari dua paket. Paket satu dari Los Cemba sampai Terang Kecamatan Boleng sepangan 10 Km dan Paket kedua dari Terang sampai ke Sosok sepanjang 7,5 km.

Menurut Agustinus, pembangunan ruas jalan lintas utara memberi banyak manfaat baik untuk Kabupaten Manggarai Barat maupun kabupaten lain yang ada di daratan Flores.

“Saya yakin ruas jalan Lintas utara ini mempunyai banyak manfaat. Penyediaan infrastruktur yang baik merupakan salah satu syarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah dia.

2 dari 2 halaman

Perbaikan Infrastruktur Jadi Kunci Tarik Wisatawan ke Labuan Bajo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun sejumlah infrastruktur untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, semakin baiknya fasilitas maka diharapkan lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo bisa bertambah.

"Pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur yang telah disusun oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah," jelasnya, Minggu (27/1/2019).

Pada 2017-2018, Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya telah membelanjakan anggaran sebesar Rp 40,35 miliar untuk penataan kawasan di 4 lokasi yakni Kampung Ujung, Kampung Air, Kampung Tengah dan Pulau Komodo.

Lingkup pekerjaan yang dilakukan diantaranya yakni pembangunan pusat wisata kuliner Kampung Ujung, pembangunan jalan lingkungan di Kampung Tengah, Pedestrian Jalan Soekarno Hatta, penerangan jalan umum, serta membangun jembatan di Promenade Kampung Air.

Selain itu, Kementerian PUPR juga turut membangun gerbang, sculpture Komodo, bangunan ticketing,shelter pengunjung, toilet, dan signage. Kemudian jaringan air bersih ke Pelabuhan, pekerjaan sanitasi berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas 170 m3 per hari.

Dengan membaiknya fasilitas di Labuan Bajo, Menteri Basuki berharap jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo bisa terdongkrak. "Labuan Bajo yang berada di Pulau Flores ini adalah gerbang bagi wisatawan yang ingin meneruskan wisatanya ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca," ungkapnya.

KSPN Labuan Bajo merupakan satu dari 10 Bali Baru yang dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara yang ditargetkan sebanyak 20 juta orang pada 2019 ini. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ultimatum Menteri Basuki untuk Kontraktor Tiongkok Penggarap Tol Kalimantan
Artikel Selanjutnya
Bendungan di Ibu Kota Baru Mulai Dibangun 2020