Sukses

3 Negara Ini Bakal Jadi Penguasa Ekonomi Dunia pada 2030, Siapa Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Riset HSBC Private Banking menyebutkan bahwa ekonomi dunia akan dikuasai oleh 3 negara pada 2030 nanti. Menariknya, 2 negara berada dari Benua Asia. 

Managing Director Chief Market Strategist, Asia HSBC Private Banking, Fan Cheuk Wan menjelaskan, pada 2030 nanti, India akan menjadi kekuatan ekonomi ketiga di dunia. Sedangkan Posisi pertama akan dikuasai oleh China. 

Dengan begitu, negara berkembang atau emerging markets Asia akan berkontribusi sebesar 55 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan 35 persen terhadap PDB dunia. Oleh karena itu, dia menjelaskan, kekuatan konsumen Asia akan berdampak besar di global.

"Populasi kelas menengah Asia yang besar akan mendatangkan banyak peluang untuk sektor layanan perorangan, produk ritel premium, e-Commerce, hiburan, perjalanan, pendidikan, kesehatan, dan keuangan," tuturnya seperti ditulis Sabtu (22/6/2019).

Fan melanjutkan, Tiongkok atau China akan menggantikan posisi Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Oleh karena itu, tiga negara ekonomi terbesar di dunia pada 2030 akan ditempati oleh China pada posisi pertama, Amerika Serikat pada posisi kedua dan kemudian disusul oleh India.

"Kita tahu pada tahun ini China sedang berusaha menggantikan AS sebagai pasar retail terbesar di dunia. Ini berkat pasar e-commerce yang lumayan cepat," kata dia.

"Walaupun populasi usia produktif mulai menurun di China, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand, konsumen Asia sebenarnya sedang memasuki usia konsumsi puncak dengan pengeluaran tahunan yang cukup tinggi," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Seperti Bank Dunia, HSBC Juga Perkirakan Ekonomi Dunia Bakal Melambat

Sebelumnya, HSBC Private Banking memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan sedikit melambat pada tahun ini dan tahun depan. HSBC memperkirakan PDB Global akan berada di kisaran 2,4 persen pada 2019 dan 2020.

Angka tersebut bisa tercapat dengan syarat Amerika Serikat (AS) dan China mampu mempertahankan petumbuhan ekonomi yang layak, yakni masing-masing sebesar 2,4 persen dan 6,6 persen pada 2019. 

Managing Director Chief Market, Strategist Asia HSBC Private Banking Cheuk Wan Fan mengatakan, pada paruh kedua 2019, pasar saham di AS dan Asia menjadi lebih menarik. Pertumbuhan pasar saham di Asia akan didorong oleh China, Indonesia, India, dan Singapura.

"Preferensi kami terhadap ekuitas AS dan Asia didukung prospek pertumbuhan ekonomi yang beragam. Kami lebih memilih kredit AS dan Asia berdasarkan penilaian" ujarnya di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Untuk para investor, Fan menyarankan agar menghindari konsentrasi berlebih melalui diversifikasi global dan manajemen aktif.

"Para investor juga bisa mempertimbangkan pengelolaan risiko portfolio melalui alokasi emas dan investasi alternatif lainnya. Serta penempatan portfolio multi-aset yang terdiversifikasi dengan baik," kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Perdana, India Gelar Kompetisi Kentut Berhadiah
Artikel Selanjutnya
UU Ekonomi Kreatif Segera Disahkan