Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

Bank Dunia Prediksi Ekonomi Global Melambat pada 2019

Liputan6.com, Jakarta - Bank Dunia memperkirakan ekonomi global melambat. Bank Dunia prediksi, pertumbuhan ekonomi hanya 2,6 persen pada 2019 dari target semula 2,9 persen.

Ekonom Bank Dunia menilai, perlambatan ekonomi semakin meluas, dan berdampak terhadap banyak negara. Ditambah risiko ketidakpastian bisnis karena ketegangan perang dagang global.

Salah satu ekonom Bank Dunia yang melakukan riset dalam laporan, Franziska Ohnsorge menyatakan, Bank Dunia sebelumnya peringatkan prediksi ekonomi global yang melambat pada enam bulan lalu.

"Dulu prediksi, sekarang kita melihat data," ujar dia, seperti dikutip dari laman BBC, Rabu (5/6/2019).

Pada Januari, Bank Dunia revisi prediksi pertumbuhan ekonomi global dari tiga persen menjadi 2,9 persen pada 2019.

Ohnsorge menuturkan, kemudian kekecewaan makin luas terhadap perdagangan, investasi, manufaktur di negara maju dan berkembang.

Konflik perdagangan menjadi faktor penting yang sebabkan pertumbuhan ekonomi global melemah. Hal itu terutama ketegangan perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Bank Dunia melihat, perang dagang berdampak terhadap ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi China akan melambat imbas perang dagang.

Dalam tiga dekade, rata-rata pertumbuhan ekonomi China sekitar 10 persen. Ekonomi China diprediksi hanya tumbuh 6,2 persen pada 2019.

Hal itu juga didorong dari pemerintah China yang sengaja perlambat ekonominya.Ekonom prediksi kalau tingkat pertumbuhan sebelumnya tidak dapat dipertahankan lebih lama.

Akan tetapi, ketegangan perang dagang yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi global yang melambat akan pengaruhi China pada 2019.

2 dari 3 halaman

Kurangi Kemiskinan

Kelemahan ekonomi global berdampak pada peran utama Bank Dunia. Hal ini dengan dorong pembangunan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.

"Pertumbuhan ekonomi yang kuat sangat penting untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup," ujar Presiden Bank Dunia, David Malpass.

Sementara itu, Bank Dunia menyatakan ekonomi Afrika tumbuh belum cukup untuk kurangi kemiskinan di benua tersebut. Tokoh-tokoh di Afrika juga turut pengaruhi. Meski Bank Dunia perkirakan pertumbuhan agak kuat di Afrika, tapi masih belum cukup untuk secara signifikan kurangi kemiskinan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Hanya 5 Persen di 2020
Artikel Selanjutnya
IMF Pangkas Prediksi, Pengusaha Sebut Tanda Ekonomi Melemah Berlanjut