Sukses

CIMB Niaga Syariah Incar Pembiayaan Tumbuh 30 Persen pada 2019

Liputan6.com, Jakarta - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga atau CIMB Niaga Syariah menargetkan pembiayaan tumbuh sebesar 30 persen pada 2019. Target pembiayaan ini sama seperti target tahun lalu. 

"Tahun lalu pun kita targetkan tumbuhnya 30 persen, tapi melampaui lah jadi 58,8 persen financing nya. Tahun ini 30 persen juga," ujar Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji Djajanegara di Kantornya, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Pandji mengatakan, target penyaluran pembiayaan tidak dinaikkan dibanding tahun lalu dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Pertama, mempertimbangkan kualitas penyaluran kredit dan kedua tahun politik. 

"Kedua, ini tahun politik jadi kita berhati-hati dalam memberikan financing lebih selektif lah. Ketiga kita akan melihat juga sumber dananya," ujar Pandji. 

Pandji melanjutkan, CIMB Niaga Syariah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,51 triliun pada 2018. Kontributor utama peningkatan pembiayaan tersebut yaitu dari segmen korporasi dan mortgage (KPR iB), masing-masing tumbuh 85,5 persen atau Rp 11 triliun dan 60,4 persen atau Rp 87 triliun.

"Pembiayaan yang kami lakukan selalu didasari dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan, sehingga kami bisa menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di posisi 0,98 persen atau di bawah rata-rata industri perbankan syariah," tutur dia.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, sepanjang 2018, CIMB Niaga Syariah dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 23,71 triliun, tumbuh 19,1 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp 19,91 triliun.

Adapun profit before tax (PBT) yang berhasil diperoleh pada 2018 sebesar Rp701 , 61 miliar, meningkat 43,3 persen dari 2017 sebesar Rp 489,68 miliar.

 

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Aset CIMB Syariah

Sebelumnya, Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk yaitu CIMB Niaga Syariah membukukan kinerja positif sepanjang 2018.

Per 31 Desember 2018, aset CIMB Niaga Syariah tumbuh 45,4 persen year on year (yoy) menjadi Rp 34,38 triliun dari posisi tahun sebelumnya Rp 23,64 triliun. 

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga, Pandji Djajanegara mengatakan, kenaikan aset ditopang oleh kinerja unggul pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Pertumbuhan aset tersebut berkontribusi pada aset bank induk dengan share of book sebesar 12,98 persen.

"Alhamdulillah, kami bersyukur atas pencapaian yang berhasil ditorehkan pada 2018. Strategi kami untuk memperbesar peran dalam pembiayaan berbagai proyek berskala besar seperti infrastruktur dan meningkatkan kontribusi dari segmen konsumer menunjukkan hasi menggembirakan," ujar Pandji di Kantornya, Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.

Pada 31 Desember 2018, CIMB Niaga Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 26,51 triliun atau tumbuh 58,8 persen dari 2017 sebesar Rp 16,69 triliun. Kontributor utama peningkatan pembiayaan tersebut yaitu dari segmen korporasi dan mortgage (KPR iB), yang masing-masing tumbuh 85,5 persen ( Rp 11 triliun ) dan 60,4 persen ( Rp 87 triliun). 

"Ekspansi pembiayaan yang kami lakukan selalu didasari dengan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan, sehingga kami bisa menjaga rasio Non Performing Financing (NPF) di posisi 0,98 persen atau di bawah rata-rata industri perbankan syariah," ujar Pandji.

Sementara itu, dari sisi pendanaan, sepanjang 2018, CIMB Niaga Syariah dapat menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 23,71 triliun, tumbuh 19,1 persen dari posisi tahun lalu sebesar Rp 19,91 triliun.

Adapun profit before tax (PBT) yang berhasil diperoleh pada 2018 sebesar Rp 701,61 miliar, meningkat 43,3 persen dari 2017 sebesar Rp 489,68 miliar.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Kemenkop Formulasikan Skema Pembiayaan Murah untuk UMKM
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Royal Beri Pembiayaan Agar UMKM Naik Kelas