Sukses

Tol Layang Cikampek Belum Bisa Beroperasi Fungsional di Lebaran 2019

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Japek Elevated belum bisa beroperasi fungsional saat mudik Lebaran 2019.

Padatnya arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting menjadi penyebab pengerjaan Tol Japek Elevated Bakal rampung dalam waktu dekat.

"Belum bisa dipakai Lebaran. Pertama, window time pengerjaan sangat kecil, harus malam hari. Kedua, traffic-nya di bawah itu orang kegiatan manusianya padat. Jadi bahaya," ujar dia di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Faktor selanjutnya, guyuran hujan yang kini kerap membasahi kawasan Jakarta dan sekitarnya membuat pemerintah lebih mengutamakan aspek keselamatan para pekerja.

"Kalau pas hujan, melihat orang kerja, pasti enggak berani lewat bawah. Daripada pengerjaannya, makanya saya enggak mau ngotot, karena bahanya lebih berbahaya daripada digunakan," urai dia.

"Masih ada jalan lain (disamping Tol Japek Elevated) yang kita upayakan untuk bisa melayani pemudik," dia menambahkan.

Secara target penyelesaian, dia menyampaikan, pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek diperkirakan akan rampung pada pertengahan tahun ini, atau sekitar Juni-Juli.

"Bakal kelar Juni-Juli (2019). Pada mudik Lebaran, pembangunannya berhenti juga. Saya lebih baik membersihkan yang di bawah. Mengembalikan dulu ruas yang di bawah untuk TOD (Transit Oriented Development). Tadi itu dibersihkan dipinggirkan semua. Itu lebih save," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

Menteri PUPR: Diskon Tarif Tol Trans Jawa Mungkin Berlaku hingga Lebaran

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono buka suara terkait keputusan diskon tarif Tol Trans Jawa yang diperpanjang. Menurutnya, diskon tarif tol Trans Jawa kemungkinan akan diperpanjang sampai Lebaran 2019.

"Masih pakai diskon dulu sekarang, diperpanjang diskon. (Sampai kapan?) bisa sekitar dua bulan. (Sampai Lebaran?) mungkin," ungkapnya seusai rapat kerja di Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Adapun perpanjangan masa diskon tarif ini diputuskan lantaran keputusan akhir soal tarif baru belum dapat ditetapkan. Adapun waktu pemberlakuan diskon ini seharusnya berakhir 21 Maret lalu, atau dua bulan pasca diterapkan pada 21 Januari 2019.

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, kesulitan utama dalam menetapkan tarif ini lantaran banyak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang memegang hak kelola Tol Trans Jawa. Hal itu membuat besaran tarif per km yang dikenakan untuk masing-masing ruas jadi berbeda.

"Jadi kalau misalnya yang Jakarta-Cikampek tiap 1 km Rp 200, Cipali 1 km Rp 700, yang makin baru antara Rp 1.500-1.100 (per km). Jadi ini yang harus dihitung terus," jelas dia.

"Disamping BUJT-nya macam2, waktu pembangunan juga beda-beda, sehingga investasinya dan hitungan per km beda-beda. Ini yang masih dibicarakan antara BUJT itu," dia menambahkan.

Sebagai solusi, ia meneruskan, penerapan tarif Tol Trans Jawa ini direncanakan bakal dibuat sama rata di tiap ruasnya. "Itu yang mau dibikin," pungkasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Menteri PUPR: Jika Tak Dirawat dengan Baik, Air Bisa Jadi Musuh
Artikel Selanjutnya
Menteri PUPR Resmikan 3 Rusun untuk Santri dan Mahasiswa Pekalongan