Sukses

Jadi Orang Terkaya Dunia, Begini Cara Bezos Atur Waktu

Liputan6.com, Jakarta - Mengelola dua perusahaan besar Amazon dan Blue Origin, Jeff Bezos tentu saja memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Orang terkaya di seluruh dunia ini ternyata memiliki sebuah sistem untuk mengatur waktunya.

"Saya mencoba mengatur waktu pribadi saya, sehingga saya hidup untuk sekitar 2 atau 3 tahun ke depan," ungkap Bezos di Yale Club New York City, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin (18/3/2019).

Menurutnya, saat ini pikirannya bergulat dengan apa yang akan terjadi dalam 5 hingga 7 tahun ke depan. Namun, dia mengatur jadwal hariannya berdasarkan apa yang dia prediksi akan terjadi dalam dua atau tiga tahun ke depan.

Jeff Bezos menegaskan, visi merupakan hal yang sangat penting. Tapi yang lebih penting lagi, adalah memulai langkah-langkah untuk mencapai visi tersebut.

"Visi memang tak perlu diperhatikan setiap hari. Anda membutuhkan visi yang selalu bisa Anda jadikan patokan setiap kali merasa bingung. Tapi sebagian besar waktu Anda sebaiknya dihabiskan untuk berpikir jauh ke depan," terangnya.

Bezos memang memiliki banyak target besar dengan bisnisnya. Pria dengan total kekayaan USD 134,5 miliar ini ingin menjadikan Amazon sebagai perusahaan yang paling terpusat pada konsumen di seluruh dunia.

Tak hanya itu, Jeff Bezos juga ingin Blue Origin membantu menciptakan pemanfaatan matahari guna menolong 1 triliun jiwa manusia.

 

2 dari 3 halaman

Fokus

Sistem kerja Bezos sebenarnya diterapkan dalam mengelola Amazon. Dia menjelaskan, saat perusahaan merayakan pencapaian Amazon di satu kuartal, sebenarnya itu perayaan atas apa yang dipikirkannya sejak dua atau tiga tahun lalu.

"Saya selalu mendorong masyarakat untuk menggenggam visi dan berambisi mencapainya. Jangan biarkan siapapun menghalangi Anda mencapai visi tersebut," tegasnya.

Namun semua energi dan fokus harus terpusat pada apa yang akan dilakukan dalam 2-3 tahun ke depan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Tahun Mendatang, Asia Bakal Punya 1.000 Miliarder
Artikel Selanjutnya
Kalah Saing, Miliarder Baidu Merugi Rp 34 Triliun