Sukses

Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Dibuka Melemah ke 6.473,68

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan saham Selasa ini. Sementara rupiah di posisi 14.150 terhadap Dolar Amerika Serikat.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (5/3/2019), IHSG melemah 2,84 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.485,58. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih melemah 2,84 poin atau 0,04 persen ke level 6.473,68.

Indeks saham LQ45 juga melemah 0,33 persen ke posisi 1.014,36. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Sebanyak 86 saham melemah sehingga menekan IHSG ke zona merah. Sementara 69 saham menguat dan 106 saham diam di tempat.

Pada hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.485,64 dan terendah 6.466,50.

Total frekuensi perdagangan saham 16.032 kali dengan volume perdagangan 649 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 237 miliar.

Investor asing jual saham Rp 3 miliar di total pasar. Sementara rupiah di posisi 14.150 terhadap Dolar Amerika Serikat.

Saham-saham yang cetak keuntungan antara lain saham OCAP naik 25 persen ke posisi Rp 57 per saham, saham CSIS menanjak 23,03 persen ke posisi Rp 155 per saham, dan saham INPP menguat 18,18 persen ke posisi Rp 845 per saham.

Sedangkan saham-saham yang menekan IHSG antara lain ALDO turun 14,35 persen ke level Rp 370 per saham, LPPF turun 12,73 persen ke level Rp 4.780 per saham.

2 dari 3 halaman

Prediksi Analis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan saham Selasa (5/3/2019). IHSG bakal diperdagangkan pada level support dan resistance 6.471-6.521

Aksi jual bersih investor sebanyak Rp 558 miliar diperkirakan akan membawa sentimen lanjutan IHSG untuk tertekan. Selain itu, pola deadcross pada indeks mengindikasikan akan terjadi pelemahan selanjutnya dalam jangka pendek. 

"Sedangkan lainnya, investor masih menanti rilis laporan keuangan emiten untuk kinerja tahun penuh 2018," jelas Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan.

Berbeda, Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyebutkan IHSG kemungkinan besar akan terkonsolidasi. Momentum konsolidasi ini mencoba bertahan diatas level support MA dengan support resistance 6.425-6.540.

"Rilis laporan laba diharapkan dapat menjadi penopang IHSG. Selain itu, secara teknikal memang IHSG bergerak terkonsolidasi," kata dia.

Adapun saham anjuran dari kedua analis tersebut ialah saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Adaro Energy Tbk (ADRO),  PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Dibayangi Aksi Jual, IHSG Masih Akan Tertekan
Artikel Selanjutnya
Investor Asing Lepas Saham, IHSG Merosot 11,46 Poin